InfoMigas.id – Jakarta | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan Pemenang Lelang Penawaran Langsung sembilan Wilayah Kerja (WK) Migas.
Sembilan blok migas baru ini merupakan hasil lelang WK Migas tahun 2025 tahap II dan tahap III, dengan nilai investasi berupa komitmen pasti sebesar US$84,75 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$3,65 juta.
Sembilan WK dimaksud adalah untuk WK Bintuni, WK Karunia, WK Drawa, WK Jalu, WK Southwest Andaman, WK Barong, WK Delapan Muaro, WK Tapah, dan WK Nawasena.
Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Migas ESDM Laode Solaiman melalui keternagn pers yang dikutip pada kamis, 19/3/2026. “Dari total sekitar 110 potensi area blok migas baru, terdapat 21 area yang telah diminati dan terdapat pemenangnya. Pemerintah berharap wilayah-wilayah kerja ini dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia di masa depan. Kami juga mengimbau agar pemenang lelang melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama,” kata Laode.
WK Bintuni dimenangkan oleh Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc; WK Karunia oleh PT Sele Raya; WK Drawa oleh Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc.
Selanjutnya, WK Jalu dimenangkan oleh Armada Talu Holdings B.V; WK Southwest Andaman oleh Mubadala Petroleum (Andaman II JSA) Limited; WK Barong oleh Konsorsium Inpex Corporation & BP Exploration Indonesia Limited; WK Delapan Muaro oleh PT Tenang Wijaya Sejahtera; WK Tapah oleh PT Goldenheaven Prima Investama; serta WK Nawasena oleh PT Medco Energi Linggau.
Dengan potensi migas yang dimiliki Indonesia data ini, pemerintah yakin mampu menyediakan energi nasional di masa depan. Pasaalnya, kata ESDM, potensi yang telah teridentifikasi terdapat 128 cekungan migas dan hanya sebanyak 20 cekungan migas yang diproduksikan.
“Pemerintah telah mengidentifikasi 110 area potensial yang tersebar di seluruh nusantara. Ini termasuk 21 Wilayah Kerja telah didapatkan pengelolanya dari lelang sejak akhir tahun 2024, termasuk sembilan Wilayah Kerja yang telah diumumkan tersebut,” sebut Laode.
Untuk mendukung dan memudahkan calon investor melakukan evaluasi dalam memutuskan berinvestasi, pemerintah saat ini juga tengah melakukan beberapa upaya pendalaman studi maupun akuisisi data di beberapa lokasi yang merupakan bagian dari 110 area potensial tersebut.
“Saat ini 10 studi telah selesai dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS dan beberapa akuisisi Seismic/FTG tengah disiapkan oleh Pusat Survei Geologi ESDM. Pemerintah secara aktif mencari cadangan baru, meningkatkan kualitas data geologi, dan membuka akses bagi investor. Ke-10 area yang telah dilakukan studi LEMIGAS tersebut terbuka bagi investor yang berminat untuk melakukan Open Data Room di LEMIGAS,” pungkas Laode.[*]
*bt/kbc/nh