InfoMigas.id – Jakarta | Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempermudah proses eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) bagi para kontraktor di Indonesia. Langkah it dinilai penting guna meningkatkan temuan blok migas baru untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Permintaan ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada acara peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
“Segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi ya. Jangan dikutip-kutip di depan,” ujar Prabowo di hadapan para pemangku kepentingan sektor energi.
Sepanjang tahun 2025 lalu, Kementerian ESDM telah membuka lelang wilayah kerja (WK) migas dalam tiga tahap. Pada putaran pertama, ESDM melelang tiga WK, yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ditetapkan sebagai pemenang lelang WK Lavender, mengingat perusahaan migas pelat merah tersebut telah lebih dulu melakukan joint study di wilayah kerja tersebut. Sementara itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditunjuk sebagai pengelola WK Perkasa dan telah menandatangani kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Pada tahap kedua, Kementerian ESDM kembali membuka lelang sembilan blok migas yang terdiri atas Blok Jalu, Blok Southwest Andaman, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.
Selanjutnya, pada akhir 2025, ESDM membuka lelang delapan wilayah kerja migas pada Senin (22/12/2025). Tiga WK ditawarkan melalui skema penawaran langsung, yakni WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo. Adapun lima WK lainnya ditawarkan melalui lelang reguler, masing-masing WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I, dan WK Akimeugah II.
Ke depan, Kementerian ESDM berencana melelang 75 blok migas secara serempak mulai tahun ini. Lelang skala besar tersebut sebelumnya ditargetkan dibuka pada tahun lalu.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan, lelang serempak ini diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas eksplorasi dan pengembangan migas di Indonesia.
“Kita mengharapkan tahun depan itu justru ini kita buka semua,” kata Yuliot saat ditemui di sela seremoni Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Selain melalui mekanisme lelang, Yuliot menambahkan bahwa Kementerian ESDM juga dapat menawarkan wilayah kerja migas kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melalui skema penugasan langsung tanpa lelang.
“Sehingga siapa yang berminat untuk masing-masing wilayah kerja, ini kita akan fasilitasi apakah mekanismenya melalui lelang atau modelnya adalah penugasan,” ujarnya.[*]
*kbc/nh/bloombergtechnoz