InfoMigas.id – Jakarta | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan hingga saat ini keputusan investasi atau final investment decision (FID) raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, di proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban masih dalam proses.
Dengan demikian, target penyelesaian FID yang sebelumnya dipatok pada kuartal IV-2025 dipastikan meleset.
“Masih berproses [FID Rosneft di Kilang Tuban],” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman kepada awak media, Rabu (14/1/2026) malam.
Laode belum dapat memastikan kapan FID tersebut akan rampung. Ia menegaskan Rosneft masih melanjutkan tahapan menuju keputusan investasi akhir.
“Belum, tetapi tetap berproses. Kan masih berproses, kita tunggu ya,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan terdapat tiga komponen utama yang masih dikaji sehingga menyebabkan FID Rosneft di proyek Kilang Tuban tersendat selama beberapa tahun terakhir.
Senior Director Oil, Gas, and Petrochemical BPI Danantara, Wiko Migantoro, menjelaskan bahwa komponen pertama berkaitan dengan kebutuhan belanja modal (capital expenditure atau capex) yang harus dipenuhi dari hasil lelang.
Selain itu, aspek keseimbangan suplai dan permintaan juga menjadi perhatian, termasuk perhitungan efektivitas pengurangan konsumsi energi fosil dari produk kilang yang dihasilkan. Adapun dari sisi pendanaan, Wiko menekankan bahwa pembiayaan proyek harus berasal dari sumber yang kredibel.
“Kalau progresnya sendiri, untuk land clearing sudah, kemudian front end engineering design (FEED) juga sudah. Tahapan ke FID memang masih menunggu terpenuhinya tiga komponen tersebut,” kata Wiko saat ditemui awak media di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).
Wiko memastikan PJSC Rosneft Oil Company masih berkomitmen untuk merampungkan FID proyek Kilang Tuban. Ia juga mengakui adanya minat dari investor negara lain untuk berinvestasi dalam proyek tersebut.
Meski demikian, Indonesia tetap memprioritaskan Rosneft sebagai mitra utama karena telah adanya perjanjian kerja sama yang diteken sebelumnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa FID Rosneft di proyek Kilang Tuban direncanakan diputuskan pada pertengahan Desember 2025. Menurut Bahlil, PT Pertamina (Persero) bersama Rosneft Singapore Pte Ltd masih melakukan pembahasan terkait keputusan akhir megaproyek kilang tersebut.
“Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Sebagai informasi, megaproyek kilang baru di Tuban tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$20,7 miliar dan digarap oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha PT Pertamina (Persero), menguasai 55 persen saham PRPP, sementara 45 persen sisanya dimiliki Rosneft Singapore.
Setelah mengalami keterlambatan selama beberapa tahun, FID Rosneft pada proyek Grass Root Refinery (GRR) Kilang Tuban sebelumnya ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025.
[*]
*kbc/bloombergtechnoz