InfoMigas.id – Bone | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Bersama dengann Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) merencanakan melakukan eksplorasi gas bumi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang ditargetkan mulai dilakukan pada akhir 2026. Estimasi biaya pengeboran satu sumur eksplorasi mencapai sekitar Rp100 miliar.
Kepala Departemen Operasi SKK Migas Dedy Hidayat menyebutkan, realisasi pengeboran tersebut masih menunggu persetujuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dari Kementerian Pertanian. Saat ini, dokumen dan proposal pengajuan LP2B sedang disiapkan untuk diajukan.
Untuk merealisasi rencana itu, Dedy sudah bertemu dengan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman di Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa (13/1/2026).
“Targetnya tentative akhir 2026, tergantung persetujuan LP2B dari Kementerian Pertanian. Anggaran sekitar Rp100 miliar merupakan estimasi biaya pengeboran satu sumur eksplorasi,” kata Dedi.
Menurut Dedy,jika hasil pengeboran menunjukkan adanya cadangan gas yang ekonomis, kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Dedi menegaskan, rencana eksplorasi ini merupakan bagian dari upaya negara dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sebelumnya, SKK Migas dan KKKS telah melakukan survei seismik di wilayah yang direncanakan menjadi lokasi pengeboran.
“Survei seismik dilakukan untuk memastikan potensi cadangan hidrokarbon, baik gas maupun minyak. Jika terbukti ekonomis, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi daerah, memperkuat pasokan listrik, serta mendorong pengembangan industri turunan dan jaringan gas kota,” jelasnya.
Perwakilan KKKS Farid menyampaikan, tahun2026 KKKS merencanakan pengeboran sebanyak lima sumur, yaitu empat sumur di Kabupaten Wajo dan satu sumur di Kabupaten Bone. Khusus untuk Bone, tahun ini merupakan tahap awal kegiatan migas yang difokuskan pada pengumpulan data melalui survei teknis dan seismik.
“Sebagai karakter industri migas, sebelum pengeboran kami wajib melakukan pengumpulan data. Tahun ini kami akan melakukan survei dan kegiatan teknis di sejumlah kecamatan dan desa di Wajo dan Bone,” kata Farid.
Sementara, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyambut baik rencana investasi hulu migas itu. Ia menilai, kegiatan eksplorasi migas berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kami menyambut baik rencana ini. Nilai investasinya bisa mencapai ratusan miliar rupiah dan tentu berdampak positif bagi daerah dan masyarakat,” katanya.
Andi Asman juga menegaskan sikap Pemerintah Kabupaten Bone yang mendukung percepatan proses administrasi, khususnya terkait pengurusan LP2B di Kementerian Pertanian. Ia mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan pihak kementerian unuk mempercepat proses verifikasi dan rekomendasi.
“Administrasi sedang diverifikasi dan kami minta dipercepat agar kegiatan ini bisa segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bone,” pungkasnya.
Farid juga menyebutkan bahwa pihaknya mengelola Wilayah Kerja (WK) Sengkang yang mencakup Kabupaten Wajo dan Bone. Produksi gas di wilayah tersebut telah berlangsung sejak 1997 dan selama ini dimanfaatkan untuk mendukung pasokan listrik melalui PT PLN (Persero) di Sulawesi Selatan.[*]
*kbc/detik