InfoMigas.id | Vitol Group, salah satu perusahaan bisnis minyak besar di dunia, menawarkan minyak mentah asal Venezuela kepada perusahaan di China dengan diskon sekitar US$5 per barel berdasrakan harga yang berpedoman pada ICE Brent. Penawaran ini sebagai uji coba untuk mengukur minat pasar Asia terhadap minyak mentah berat dan berkadar sulfur tinggi (heavy, sour crude) dari negara Amerika Selatan tersebut.
Sejumlah pedagang yang mengetahui rencana tersebut mengatakan pengiriman dijadwalkan akan dilakukan pada pertengahan April 2026. Selama ini, minyak mentah Merey dari Venezuela dikenal sebagai salah satu yang termurah di dunia, dengan China sebagai salah satu konsumen utamanya.
Sebelum intervensi Amerika Serikat di Venezuela dan penyitaan Presiden Nicolas Maduro, minyak dari negara tersebut kerap diperdagangkan dengan diskon lebih dalam — hingga sekitar US$15 per barel terhadap Brent. Diskon yang lebih sempit saat ini mencerminkan perubahan dinamika pasar setelah Venezuela terlibat dalam kesepakatan penjualan minyak legal melalui pedagang besar seperti Vitol di bawah lisensi dari Departemen Keuangan AS.
Dalam beberapa tahun terakhir, Vitol beroperasi berdasarkan izin dari otoritas AS untuk memuat dan memasarkan minyak mentah Venezuela, dan hasil penjualan ditetapkan untuk disetorkan ke rekening yang dikendalikan AS untuk kepentingan kedua negara.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi distribusi minyak Venezuela pascapembatasan ekspor akibat sanksi, sekaligus menandai upaya pelaku pasar global untuk menghidupkan kembali aliran ekspor minyak negara tersebut ke Asia melalui jalur perdagangan resmi.[*]
*kbc/bloomberg