InfoMigas.id – Banda Aceh | Bencana banjir yang terjadi sejumlah wilayah di Aceh telah berdampak terhadap aktivitas produksi minyak dan gas bumi (migas).
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, mengakatan seluruh wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sempat tidak berproduksi dengan normal akibat terdampak banjir.
“Banjir ini tentu berpengaruh terhadap produksi. Seluruh wilayah kerja belum bisa berproduksi karena area terdampak banjir. Namun BPMA terus melakukan upaya agar seluruh KKKS bisa kembali berproduksi,” ujar Nasri.
Nasri bilang, upaya pemulihan dilakukan melalui pembersihan dan perbaikan fasilitas produksi di seluruh wilayah kerja migas Aceh. Sejalan dengan proses pemulihan tersebut, produksi migas secara bertahap mulai kembali berjalan sejak 1 Februari 2026.
“Sebagian sudah mulai berjalan per 1 Februari pukul 00.00 WIB. Triangle Pase sudah mulai berjalan, Medco juga sudah mulai berproduksi,” katanya di sela-sela kegiatan The 7th Aceh Upstream Oil and Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Senin (2/2/2026).
Nasri menyampaikan, kerusakan paling parah terjadi pada jaringan pipa akibat terjadi kebocoran serta sejumlah fasilitas produksi yang sulit diakses. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah Aceh Timur sehingga menghambat mobilisasi pekerja menuju lokasi operasi.
Meski demikian, BPMA menargetkan seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan paling lambat 1 Maret 2026, sehingga seluruh wilayah kerja migas di Aceh dapat kembali berproduksi secara normal.[*]
*kbc/na/ra