InfoMigas.id – Aceh Tamiang | Banjir yang terjadi pada November 2025 telah berdampak terhadap sebagian fasilitas operasional dan fasilitas penunjang di Pertamina EP Rantau Field. Banjir juga berdampak pada fasilitas umum di area lapangan, termasuk perumahan, perkantoran, dan akses pendukung kegiatan operasional.
Sejak awal bencana, PEP Rantau Field bersama SKK Migas dan pemangku kepentingan terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi, dengan prioritas utama pada keselamatan pekerja, mitra kerja, keluarga pekerja, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison menjelaskan, sebagai langkah kehati-hatian dan penerapan prinsip keselamatanpada bidang migas, kegiatan produksi sempat dihentikan sementara pada periode awal pasca banjir untuk memastikan keselamatan, kondisi fasilitas dan kesiapan personel. “Penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari prosedur standar guna memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional hanya dijalankan setelah dinyatakan aman dan andal sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yanin kepada infomigas.
Yanin mengakui banjir juga berdampak pada tingkat produksi migas PEP Rantau Field, khususnya pada periode awal pasca kejadian. Namun demikian, perusahaan secara konsisten melakukan upaya mitigasi dan pemulihan agar kegiatan produksi dapat kembali berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan. “Langkah-langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina EP dan SKK Migas dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” sebut Yanin Kholison.
Tahap Pemulihan Hingga Desember 2026
Menurut Yanin, penanganan pasca banjir, Pertamina EP Rantau Field telah melaksanakan tahapan penanganan secara sistematis dan terukur, yang meliputi tiga tahapan, yaitu Tahap Emergency (Tanggap Darurat),Tahap Recovery (Pemulihan), dan Tahap Restorasi (Pemulihan Lanjutan).

Untuk Saat ini, perusahaan telah berada pada tahap recovery, dengan fokus pada Pemulihan fungsi fasilitas produksi dan penunjang operasional,Penerapan standar keselamatan dan keandalan fasilitas, serta Persiapan pengoperasian kembali kegiatan produksi secara bertahap. ” Seluruh tahapan dilakukan dengan pengawasan dan koordinasi bersama SKK Migas,” Tegas Yanin.
Menurutnya, Proses recovery dan restorasi dilaksanakan secara bertahap dan terencana, dengan target penyelesaian hingga Desember 2026. ” Penetapan target tersebut mempertimbangkan hasil evaluasi teknis menyeluruh, aspek keselamatan, serta keberlanjutan operasional jangka panjang. Seiring dengan progres pemulihan, sejumlah fasilitas telah mulai berfungsi kembali secara terbatas sesuai dengan tingkat kesiapan dan hasil inspeksi teknis,” terang Yanin.
Bantuan Untuk Warga Lingkungan
PEP Rantau Field juga menyalurkan berbagai jenis bantuan selama tanggap darurat Aceh Tamiang. Penyaluran bantuan sudah menyasar lebih dari 20 desa di wilayah kerjanya.
Bantuan yang diberikan meliputi pendirian posko Kesehatan gratis, penyediaan makanan siap santap, paket sembako, kasur, selimut, bantal. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan berbagai pihak, sehingga tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Field Manager (FM) PEP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah menyampaikan bahwa Rantau Field berkomitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat. PEP Rantau Field bergerak aktif dalam mendukung percepatan pemulihan pasca bencana.
PHR Zona 1 telah menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. Bantuan bahan makanan mencakup 1,62 ton beras, 555 kg gula, 270 dus air mineral, 405 dus mi instan, 175 dus minyak goreng, 142 dus biskuit.

Lalu, bahan pangan lainnya seperti sarden, telur, susu kental manis dan makanan anak/bayi. Selain itu, turut disalurkan kebutuhan sehari-hari, mulai dari perlengkapan mandi, obat-obatan, selimut, terpal, dan popok sekali pakai.
Bantuan datang dari seluruh wilayah kerja di PHR Zona 1, yaitu dari Sumatera Selatan, Jambi, Riau hingga Sumatera Utara. Selain itu, PHR Zona 1 juga berkolaborasi menyalurkan bantuan yang datang dari grup Pertamina Subholding Upstream yang lain, yaitu antara lain dari PHR Zona 4, PHR Zona Rokan, Kantor Pusat PEP Regional 2 hingga dari Regional 2 – Zona 6 PHE OSES.[*]
*nasier husen