InfoMigas.id – Banda Aceh | Panic buying bbm sempat terjadi di beberapa daerah Indonesia, seperti di Jawa Timur, Sumatra Utara dan Aceh.
Di Aceh, antrian Panjang di SPBU masih terjadi di sejumlah SBPU di kota Lhokseumawe dan kota Biruen, kabupaten Biruen.
Di SPBU Kawasan Cunda Lhokseumawe, antrian terlihat sejak sekitar puul 22.00 WIB hingga tengah malam, Sabtu, 7/3/2026. Antrian Panjang dan berlapis terlihat di jalur pompa yang melayani sepeda motor, terutama pada jalur pompa bbm Subsidi patilate.
Hal yang sama juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Biruen. “Terjadi antrian panjang di SPBU di Biruen,” kata seorang warga yang tidak mau namanya ditulis.
Menurut warga tersebut, BBM subsidi juga mulai menghilang dikios kios pengecer. ” Partilate botol aqua sedang (isi 600 mililiter) dijual Rp.15.000. Pertamax ukuran botol aqua besar ( isi 1,5 liter) dijual dengah harga Rp.30.000,-” katanya.
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia, kutip koran-jakarta.com, Jumat (7/3).
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ucap Anggia.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebutkan tidak ada persoalan dengan pasokan kebutuhan BBM di wilayah Sumatra Bagian Utara. “Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat” kata Fahrougi Andriani kepada Infomigas, Kamis, 5/3/2026.
Menurutnya, buying panic yang terjadi akibat adanya pesan perantai melalui media sosial. “Ada oknum tertentu yang mencipatakan isu BBM akan kehabisan persediaan dan mengajak untuk menimbun BBM,” kata Fahrougi.”Semoga tidak terpancing dengan isu tersebut,” pungkas Fahrougi.[*]
*nh