InfoMigas.id – Jakarta | Pemerintah terus mendorong aktivitas eksplorasi migas di wilayah area eksplorasi baru dengan menetapkan pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Southwest Andaman. Blok ini menjadi salah satu bagian dari penawaran langsung WK migas tahun 2025 tahap II dan III oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
WK Southwest Andaman berlokasi di lepas pantai barat laut Sumatera, yaitu di kawasan Laut Andaman, sekitar propinsi Aceh. Blok Migas ini berstatus eksplorasi dan dimenangkan oleh Mubadala Energy melalui entitas Mubadala Petroleum (Andaman II JSA) Limited.
Dalam komitmen pasti, investor akan menggelontorkan dana sekitar US$8,2 juta untuk kegiatan eksplorasi, serta membayarkan bonus tanda tangan sebesar kurang lebih US$300 ribu kepada pemerintah. Nilai ini mencerminkan tahap awal eksplorasi yang difokuskan pada penguatan data bawah permukaan sebelum masuk ke fase pengeboran.
Program kerja yang direncanakan mencakup dua paket studi geologi dan geofisika (G&G), serta akuisisi dan pemrosesan data seismik tiga dimensi (3D) seluas sekitar 500 kilometer persegi. Selain itu, tambahan akuisisi data seismik juga akan dilakukan guna meningkatkan akurasi pemetaan struktur bawah permukaan.
Kawasan Andaman sendiri dikenal sebagai salah satu cekungan frontier dengan potensi gas yang besar. WK Southwest Andaman berada di area yang berdekatan dengan blok lain di kawasan tersebut yang telah mencatat penemuan signifikan, termasuk temuan gas lebih dari 6 triliun kaki kubik (TCF) dari sumur Layaran-1 di wilayah Andaman Selatan. Kondisi ini menjadikan kawasan Andaman sebagai salah satu hotspot eksplorasi gas baru di Indonesia.
Dari sisi pengembangan, WK Southwest Andaman berpotensi menjadi bagian dari klaster pengembangan gas Andaman di masa mendatang. Pemerintah menilai pengembangan kawasan ini akan berkontribusi terhadap peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Sejumlah blok di kawasan Andaman bahkan ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2028 hingga 2029.
Secara strategis, WK Southwest Andaman merupakan bagian dari 110 area potensial migas yang telah diidentifikasi pemerintah untuk ditawarkan kepada investor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kegiatan eksplorasi, menemukan cadangan baru, serta menarik investasi global di sektor hulu migas.
Dengan masuknya investor internasional dan dukungan data geologi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis wilayah frontier seperti Andaman akan menjadi motor baru dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di masa depan.[*]
*kbc/nh