InfoMigas.id – Jakarta | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi global. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mencari alternatif sumber impor minyak mentah dan BBM dari negara yang tidak terdampak penutupan Selat Hormuz.
Instruksi tersebut, kata Bahlil, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman di tengah tekanan global. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini ketersediaan BBM, baik bensin, solar maupun LPG, masih dalam kondisi terpenuhi dengan baik.
“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, kita bersyukur atas arahan Presiden dan dukungan masyarakat, sehingga pasokan energi nasional tetap terjaga,” kutip bloombergtechnoz.
Di tingkat global, situasi energi semakin memanas. Sejumlah negara di Asia mulai bersiap menghadapi skenario terburuk akibat potensi gangguan pasokan berkepanjangan. Korea Selatan, misalnya, telah membentuk gugus tugas ekonomi darurat untuk merespons krisis energi. Sementara itu, Filipina menetapkan status darurat nasional karena ancaman kekurangan energi yang kian nyata.
Jepang juga tengah meninjau ulang rantai pasok energi nasional guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap perekonomian. Di India, Perdana Menteri Narendra Modi memperingatkan potensi tantangan besar akibat konflik yang belum mereda.
Tekanan juga dirasakan di negara lain. Bank Sentral Australia menilai konflik berkepanjangan berisiko memicu inflasi lebih tinggi, sementara sejumlah negara seperti Pakistan dan Bangladesh mulai menerapkan pembatasan konsumsi energi dan menghadapi antrean panjang pengisian bahan bakar.
Penutupan Selat Hormuz menjadi faktor krusial dalam krisis ini. Jalur tersebut diketahui menjadi lintasan sekitar seperempat perdagangan minyak dunia, sehingga gangguan di kawasan itu berdampak langsung pada stabilitas pasokan global, terutama ke kawasan Asia.
Di tengah dinamika tersebut, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, memastikan stok BBM nasional masih berada dalam batas aman. Per 18 Maret 2026, cadangan BBM tercatat mencapai 27 hari, lebih tinggi dari batas minimal ketahanan stok selama 21 hari.
Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dan strategi diversifikasi pasokan guna menjaga stabilitas energi nasional, terutama menjelang periode Lebaran 2026 yang identik dengan peningkatan konsumsi energi masyarakat.[*]
*bt/kbc/nh