InfoMigas.id – Jakarta | Pemerintah terus mempercepat upaya peningkatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk melakukan studi maupun eksplorasi terhadap puluhan area potensial migas baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Bahlil mengungkapkan, pemerintah telah mengidentifikasi sebanyak 188 area potensial blok migas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 area telah ditandatangani oleh KKKS dan 43 area lainnya sedang menjalani proses studi bersama.
Dengan perkembangan tersebut, masih terdapat sekitar 50 area potensial yang belum dilakukan studi bersama dan terbuka untuk diminati pelaku usaha migas.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembukaan tender wilayah kerja (WK) migas dalam jumlah besar guna menarik investasi sektor hulu migas.
Dalam ajang Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026), Bahlil mengatakan pemerintah akan membuka tender sekitar 118 blok migas baru untuk kegiatan eksplorasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 blok telah menyelesaikan proses awal.
Bahlil juga membuka peluang seluas-luasnya bagi perusahaan yang ingin melakukan joint study maupun mengikuti proses lelang wilayah kerja migas.
Ia menegaskan bahwa pemerintah membuka proses tersebut secara transparan tanpa negosiasi tertutup dan menekankan pentingnya kesiapan teknologi, kemampuan pendanaan, serta keseriusan investasi dari para pelaku usaha.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga menyampaikan pemerintah menargetkan penawaran wilayah kerja migas secara agresif sepanjang tahun ini untuk mendukung peningkatan lifting migas nasional.
Menurut Yuliot, sebanyak 110 wilayah kerja migas direncanakan ditawarkan secara serempak kepada pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas eksplorasi sekaligus memperbesar produksi migas nasional.
Sepanjang 2025, Kementerian ESDM tercatat membuka lelang wilayah kerja migas dalam tiga tahap.
Pada putaran pertama, pemerintah melelang tiga wilayah kerja yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender setelah sebelumnya melakukan joint study pada wilayah tersebut.
Sementara itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan sebagai pengelola WK Perkasa dan telah menandatangani kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Pada tahap berikutnya, Kementerian ESDM kembali menawarkan sembilan blok migas yang terdiri atas Blok Jalu, Southwest Andaman, Karunia, Delapan Muaro, Barong, Drawa, Bintuni, Gagah, dan Abar Anggursi.
Kemudian pada akhir 2025, pemerintah kembali membuka penawaran delapan wilayah kerja migas. Tiga wilayah ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung, yakni WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo, sedangkan lima wilayah lainnya dilelang secara reguler, yaitu WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I, dan WK Akimeugah II.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat penemuan cadangan migas baru sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.[*]
*kbc/bt/nh