InfoMigas.id – Aceh Utara | Universitas Malikussaleh (Unimal) dipercaya oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai lead institution pelaksanaan sosialisasi rencana pengembangan Blok Andaman di Aceh. Sebagai tindak lanjut, Unimal akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada pekan pertama Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan penunjukan tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pekan lalu.
“Benar, Pak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi kepercayaan kepada Universitas Malikussaleh sebagai lead institution pelaksanaan sosialisasi Blok Andaman bagi mahasiswa dan masyarakat melalui kampus-kampus yang ada di Aceh,” kata Herman kepada InfoMigas.id, Selasa (7/7/2026).
Selain bertemu Menteri ESDM, Herman juga memenuhi undangan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, pada Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut, menurut Herman, merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri ESDM terkait persiapan pelaksanaan FGD mengenai pengembangan Blok Andaman.
“Pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait rencana pelaksanaan FGD pengembangan Blok Andaman di universitas,” ujarnya.
Herman menjelaskan, FGD dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Agustus 2026 dan akan dirangkaikan dengan peringatan seperempat abad penegerian Universitas Malikussaleh.
“Rencananya pada pekan pertama Agustus 2026, sekaligus memperingati momentum 25 tahun penegerian Unimal,” katanya.
Ia menegaskan, forum tersebut akan melibatkan seluruh elemen masyarakat agar proses sosialisasi berjalan secara terbuka dan partisipatif. Peserta yang diundang antara lain mahasiswa, akademisi, kalangan pesantren, nelayan, tokoh masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya.
“Semua unsur masyarakat akan kami undang dan libatkan untuk berdiskusi. Kami perlu mendengar semua pendapat, pandangan, dan saran,” ujar Herman.
Menurutnya, pelaksanaan FGD juga mendapat dukungan penuh dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Wilayah Kerja Andaman serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
FGD tersebut diharapkan menjadi wadah dialog antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat guna memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai rencana pengembangan Blok Andaman, sekaligus membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya.[*]
*nasier husen