InfoMigas.id – Jakarta | Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di ruas tol Jawa Barat bagian selatan tersedia dan mencukupi jelang puncak arus balik. Hal tersebut dikatakan oelh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas usai memantau langsung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 149B dan SPBU 125B yang berada di ruas tol Padalarang – Cileunyi (Padaleunyi), Bandung Barat, Senin (23/3/2026).
Menurut Wahyudi , dua SPBU ini berada di lokasi yang strategis karena menghubungkan bagian selatan Jawa Barat dengan kota Bandung dan Jakarta. Masyarakat dapat melakukan pengisian BBM dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kota tujuan.
“Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya serta jawa wilayah selatan yang melakukan perjalanan, baik itu arah Bandung maupun Jakarta. Semua produk BBM tersedia,” ungkap Wahyudi.
Berdasarkan pemantauan, sepanjang periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 terlihat adanya kenaikan konsumsi BBM di dua SPBU tersebut. Diketahui untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax mengalami kenaikan rata-rata sekitar 5-10%.
“Sementara untuk layanan Biosolar, terjadi penurunan konsumsi sekitar 30%, mengingat adanya pembatasan beroperasinya kendaraan besar roda enam atau tiga sumbu ke atas pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran,” imbuhnya.
Wahyudi menjelaskan, sejak periode arus mudik hingga arus balik Hari Raya, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan SPBU Kantong berupa mobil tangki yang bersiaga penuh untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
“Disediakan mobile storage atau SPBU kantong, di mana tersimpan 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax yang siap untuk diturunkan di SPBU, dan ini sudah disiagakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat untuk mempercepat pengisian stok BBM di SPBU”, ujar Wahyudi dalam keterangan tertulis, Selasa, 24/3/2026.
Selain memastikan pasokan BBM, Wahyudi yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman juga melakukan juga uji mutu dan volume BBM yang keluar dari nozzle di SPBU melalui uji berat jenis (densitas). Hasil yang didapatkan, ukuran dan kualitas BBM telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Sudah dilakukan uji ukur, Alhamdulillah masyarakat pasti mendapatkan BBM per liternya sesuai dengan toleransi yang ditetapkan oleh Pertamina Patra Niaga maupun oleh Metrologi. Tadi kita juga sudah melihat dan membuktikan perbandingan antara BBM jenis Pertamax, Pertalite dan Biosolar yang dikirim sebelum diturunkan ke tangki timbun, secara warna semuanya sama, tidak ada perubahan dengan produk yang disalurkan ke masyarakat, sehingga secara kualitas sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Wahyudi.
Untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan, pengendara juga disarankan memperkirakan kebutuhan pengisian BBM sesuai dengan jarak tempuh sebelum memulai perjalanan. Langkah ini penting agar perjalanan arus balik menuju kota tujuan dapat berlangsung lebih lancar.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan arus balik, seyogyanya mengisi BBM secukupnya dan menghindari daerah yang berpotensi rawan kemacetan sehingga perjalannnya lancar, aman dan tenang,” tutup Wahyudi.
Sementara itu, Sales Branch Manager Bandung Fuel PT Pertamina Patra Niaga Zico Aldillah Syahtian mengungkapkan, pihaknya senantiasa memastikan stok BBM di SPBU terjaga di level aman dengan melalukan penambahan stok BBM secara berkala. Selain itu juga terdapat layanan tambahan berupa motoris sebagai alternatif pengisian BBM bagi kendaraan membutuhkan BBM saat terjebak kemacetan.[*]