InfoMigas.id — Jakarta | Pertamina EP Papua Field, bagian dari Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, resmi memulai tajak sumur pengembangan Salawati SLW-E6X sebagai upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi.
Seremonial tajak sumur tersebut dilaksanakan di Kampung Mararol, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada 8 Januari 2026.
General Manager Zona 14, Dadang Soewargono, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap kegiatan pengeboran tersebut. Ia berharap pelaksanaan pengeboran sumur pengembangan Salawati SLW-E6X dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan hasil yang optimal.
“Terima kasih atas dukungan dan doa dari semua pihak sehingga Pertamina EP dapat melakukan tajak sumur pengembangan ini. Pertamina EP Papua Field akan terus menjalankan operasi migas yang selamat dan unggul agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan dan berkelanjutan,” ujar Dadang dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (18/1/2026).
Dadang menambahkan, kegiatan pengeboran ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Kesempatan kerja tersebut dibuka bagi pemuda dari kampung-kampung di sekitar wilayah operasi sehingga turut mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Menurutnya, tajak sumur pengembangan Salawati SLW-E6X merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional.
Senada dengan itu, Field Manager Papua, Ardi, menjelaskan bahwa sumur SLW-E6X merupakan pengeboran kedua dalam rangkaian pengembangan Lapangan Salawati. Sebelumnya, pengeboran sumur SLW-C4X mencatatkan hasil yang positif dengan capaian produksi awal sebesar 1.014 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD).
“Alhamdulillah, pengeboran SLW-C4X sebelumnya membuahkan hasil yang baik. Kami berharap keberhasilan tersebut dapat terulang pada sumur SLW-E6X ini untuk mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku yang diwakili Koordinator Departemen Operasi, Wienarto Nurrakhmadi, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi migas yang positif dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan perlunya penerapan ketat aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3L) dalam setiap kegiatan operasi migas. Selain itu, SKK Migas mendorong Pertamina EP untuk terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga di wilayah Ring 1.[*]
*kbc/nh/bisnis