InfoMigas.id – Lhokseumawe | Isu akan terjadi kekosongan Bahan Bakar Minyak (BMM ) merebak ditengah tengah serangan Amerika Serikat – Israel ke Iran. Akibatnya, terjadi aksi pembelian BBM secara meluas dengan jumlah yang banyak (buying panic) di berbagai daerah Indonesia. Selain di Takengon, Aceh Tengah, Aceh dan Sibolga , Sumatra Utara, buying panic juga terjadi di Jember, Jawa Timur.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan peristiwa tersebut terkait beredarnya pesan berantai melalui aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken.
Akibatnya pemilik kenderaan secara beramai ramai medatangi SPBU untuk mengisi BBM sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang. Dilaporkan, antrian di salah satu SPBU di kota Takengon, Aceh Tengah mencapai hingga satu kilometer. Bahkan, kondisi ini sempat terjadi perang mulut antar sesama pengantri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebutkan ada oknum tertentu yang mencipatakan isu BBM akan kehabisan persediaan dan mengajak untuk menimbun BBM. “Perlu diketahui informasi tersebut tidak benar. Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat” kata Fahrougi Andriani kepada media, Kamis. 5/3/2026.
Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta.
“Ada yang sengaja menyebarkan isu atau hoaks oleh oknum yang tidak bertanggungjawab terkait kondisi stok bbm pertamina yg under stok, sehingga masyarakat panik, semoga tidak terpancing dengan isu tersebut,” tambah Fahrougi.
Stok BBM RI Cukup Untuk 23 Hari.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini cukup untuk 23 hari. Jumlah tersebut disebutkan sudah masuk dalam standar minimum nasional.
Bahlil mengungkapkan stok saat ini masih berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan, yakni selama 21 hari.
“Stok BBM kita, crude BBM LPG itu, semua rata-rata di atas standar minimum nasional. Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari,” katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa 3/3/2026.
Stok tidak bisa ditingkatkan lebih jauh karena keterbatasan kapasitas penyimpanan (storage) energi nasional yang maksimal hanya mampu menampung pasokan untuk 25 hingga 26 hari.[*]
*nh