InfoMigas.id – Jakarta | PT Perusahaaan Gas Negara Tbk (PGAS) meraih laba bersih sebesar US$215,36 juta atau sekitar Rp3,6 triliun (kurs Rp16.720 per dolar AS) sepanjang tahun 2025.
Laba bersih itu turun sebesar 36,55% dibandingkan dengan capaian sepanjang 2024 ang sebesar US$339,42 juta atau sekitar Rp5,48 triliun.
Mengutip laporan keuangan perseroan, PGAS mencatat pendapatan sebesar US$3,97 miliar atau sekitar Rp66,48 triliun sepanjang 2025.
Torehan pendapatan itu naik 4,94% dari posisi tahun sebelumnya sebesar US$3,78 miliar atau sekitar Rp61,21 triliun.
Corporate Secretary PGAS Fajriyah Usman menyebutkan perseroannya tetap akan menjaga kesinambungan penyaluran gas kepada pelanggan.
“Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif,” kata Fajriyah lewat keterbukaan informasi dikutip Jumat, 6/3/2026.
Pada bagian lain, beban pokok pendapatan PGAS turut bergerak naik ke level US$3,27 miliar pada 2025 dari posisi beban tahun sebelumnya sebesar US$3,03 miliar.
Sepanjang 2025, PGAS mencatat volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara volume transmisi gas bumi naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penyerapan pelanggan.
Kinerja operasional juga diperkuat oleh segmen bisnis infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17% dan berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.[*]