InfoMigas.id – Jakarta | Saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) yakni 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.
Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan BPH Migas, komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra sehingga sumbernya terdiversifikasi.
Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%, Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%, Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, Amerika Serikat (AS), dan Malaysia.
Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.
Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain; China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho mendukung rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah guna meningkatkan cadangan operasional nasional.
Menurut Fathul, saat ini cadangan operasional energi Indonesia masih relatif terbatas. Pemerintah menargetkan peningkatan cadangan tersebut hingga mendekati 90 hari.
“Pemerintah, Bapak Presiden dan juga Menteri ESDM menargetkan cadangan operasional kita bisa meningkat hingga mencapai 90 hari,” kata Fathul dalam diskusi publik Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Rabu, 11/3/2026.[*]
*bt/kbc/nh