InfoMigas.id – Jakarta | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menawarkan 110 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pada 2026. Penawaran dilakukan secara serentak guna mendorong peningkatan eksplorasi dan produksi migas nasional.
Rencana itu telah dibahas otoritas hulu migas bersama Indonesia Petroleum Association (IPA). Pemerintah berharap lelang blok migas ini aakan dapat mempercepat peningkatan produksi siap jual atau lifting migas Indonesia.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung meyebutkan, animo pelaku industri migas terhadap penawaran WK cukup tinggi, khususnya untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak.
“Tahun ini kita menawarkan 110 wilayah kerja. Di anggota IPA justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak,” ujar Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Yuliot bilang, Kementerian ESDM juga meminta masukan dari IPA terkait kebutuhan dan kendala yang dihadapi investor hulu migas. Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mempercepat peningkatan lifting migas nasional.
Menurut dia, percepatan tersebut penting mengingat pemerintah menargetkan lifting migas pada 2028 berada di kisaran 900 ribu hingga 1 juta barel per hari (bph).
“Dari industri, kebutuhannya apa, kendalanya apa. Beberapa isu yang kita bahas, yang pertama adalah penawaran wilayah kerja,” kata Yuliot yang dikutip bloomberg.
Sepanjang 2025, Kementerian ESDM telah membuka lelang WK migas dalam tiga tahap. Pada putaran pertama, ESDM melelang tiga WK, yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ditetapkan sebagai pemenang lelang WK Lavender karena sebelumnya telah melakukan joint study di wilayah tersebut. Sementara itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd menjadi pengelola WK Perkasa dan telah menandatangani kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Pada tahap kedua, ESDM melelang sembilan WK migas yang terdiri atas Blok Jalu, Southwest Andaman, Karunia, Delapan Muaro, Barong, Drawa, Bintuni, Gagah, dan Abar Anggursi.
Terakhir, pada akhir 2025, Kementerian ESDM membuka lelang delapan WK. Tiga WK ditawarkan melalui penawaran langsung, yakni WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo. Adapun lima WK lainnya dilelang secara reguler, masing-masing WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I, dan WK Akimeugah II.[*]