InfoMigas.id – Jakarta | Sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah dilaporkan berhasil keluar dari kawasan Teluk Persia dan melintasi jalur pelayaran strategis Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, kapal tanker Karachi yang dikendalikan oleh Pakistan National Shipping Corporation melakukan pelayaran berisiko tersebut pada Minggu (15/3/2026). Kapal itu kini dilaporkan menuju Karachi, Pakistan.
Pada Senin (16/3/2026) pagi, kapal tanker jenis Aframax berbendera Pakistan tersebut terpantau berada di perairan lepas Sohar, Oman setelah berhasil keluar dari jalur sempit Selat Hormuz.
Lintasan kapal menunjukkan bahwa Karachi sempat mengitari Pulau Larak di wilayah Iran sebelum bergerak ke arah timur mengikuti garis pantai negara tersebut. Kapal kemudian meninggalkan selat pada Minggu malam.
Hingga kini, pihak Pakistan National Shipping Corporation belum memberikan tanggapan resmi terkait perjalanan kapal tersebut. Sementara itu, Kementerian Perminyakan Pakistan juga belum merespons permintaan komentar mengenai pengiriman minyak tersebut.
Pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti sejak konflik di Timur Tengah meningkat bulan lalu. Para pelaku pasar energi memantau pergerakan kapal yang berhasil melintasi jalur tersebut guna memperkirakan volume minyak yang masih dapat keluar dari kawasan Teluk.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia, yang dalam kondisi normal menangani sekitar seperlima dari total perdagangan minyak global.
Data pelacakan kapal menunjukkan tanker Karachi terakhir kali memuat minyak mentah di Uni Emirat Arab. Namun, pembacaan kedalaman lambung mengindikasikan kapal tersebut tidak berlayar dalam kondisi muatan penuh.[*]
*bt/kbc/nh/