InfoMigas.id – Jakarta | Harga saham sejumlah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) tercatat naik tajam usai memburuknya suasana konflik Timur Tengah. Terganggu lalu lintas Selat Hormuz yang turut membuat harga minyak dunia melejit sebesar 9% hingga Harga mencapai US$77,44 per barel.
Kenaikan harga ini berdampak kepada harga saham–saham, terutama saham migas yang bergerak di bisnis minyak mentah. Saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), emiten bidang jasa pengeboran darat, lepas pantai , panas bumi, dan industri gas tercatat naik 15,38% ke Rp240/saham.
Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga bmencatat kenaikan 14,77% ke Rp2.020/saham. Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menjadi saham yang paling menguntungkan ketiga dengan penguatan 9,41% ke Rp930/saham.
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga tercatat mengalami kenaikan signifikan masing–masing sebesar 7,54% dan 6% menuju Rp1.855/saham dan Rp4.770/saham.
Senada juga dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), saham emiten perdagangan jasa logistik migas itu melesat 3,08% ke Rp1.335/saham.
Diketahui, ketegangan konflik Timur Tengah saat ini kembali tegang usai Israel meluncurkan sejumlah serangan udara ke berbagai target di Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Tak tidak diam Iran pun melancarkan gelombang serangan balasan dengan mengungunak pesawat tanpa awak (drone) ke basis–basis militer AS dan sekutunya di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi.
Selain menyerang balik ke fasilitas meliter Israel dan pangkakalan AS di negera negara sekutu, Iran juga menutup Selat Hormuz dan menembak kapal tangker pembawa minyak jika larangan diabaikan.[*]