InfoMigas.id – Jakarta | SKK Migas menargetkan persetujuan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) Wilayah Kerja (WK) South Andaman dapat rampung pada Juni 2026. Persetujuan tersebut menjadi tahapan krusial dalam mendorong pengembangan salah satu temuan gas besar di lepas pantai Aceh.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa lapangan Tangkulo-1 yang berada di dalam WK South Andaman memiliki potensi sekitar 1 triliun kaki kubik (TCF) gas dari total potensi 11 TCF di kawasan tersebut.
“Khusus Mubadala itu rencananya kita kembangkan satu lapangan dulu yaitu Tangkulo. Itu 1 TCF meskipun discovery di sekitar Andaman itu ada 11 TCF. Itu di dalam PoD insyaAllah bulan Juni tahun ini. Sambil paralel sedang dilaksanakan tender-tender dan ini menggunakan PSC gross split,” ujar Djoko dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, Rabu (11/2/2026).
Blok South Andaman dikelola oleh Mubadala Energy yang sebelumnya mengumumkan temuan signifikan di sumur eksplorasi Tangkulo-1 dengan potensi lebih dari 2 TCF gas in place. Temuan ini menjadi keberhasilan eksplorasi kedua setelah sumur Layaran-1 yang diumumkan pada Desember 2023 dengan potensi gas in place mencapai 6 TCF.
Pengeboran Tangkulo-1 menemukan kolom gas setebal 80 meter pada reservoir batu pasir Oligosen yang dinilai memiliki kualitas baik. Dengan desain baru untuk Drill Stem Test (DST), sumur tersebut mampu mengalirkan gas sebesar 47 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dan sekitar 1.300 barel kondensat.
Meski pengujian dibatasi oleh kapasitas fasilitas yang tersedia, potensi produksi sumur ini diperkirakan dapat mencapai 80–100 MMscfd dan lebih dari 2.000 barel kondensat per hari.
Dengan kepemilikan hak partisipasi sebesar 80% di WK South Andaman, Mubadala Energy menjadi pemegang area eksplorasi terbesar di wilayah tersebut. Sumur Tangkulo-1 dinilai sebagai pintu masuk untuk membuka potensi lanjutan di bagian selatan blok, yang mengindikasikan tambahan sumber daya gas prospektif berskala multi-TCF pada sejumlah struktur di sekitarnya.
Persetujuan PoD South Andaman diharapkan menjadi katalis percepatan pengembangan cadangan gas baru nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan mendukung target peningkatan produksi gas bumi Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.[*]
*kbc/nh/bloomberg