InfoMigas.id – Jakarta | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan kinerja produksi minyak dan cairan hidrokarbon nasional sepanjang kuartal I/2026 menunjukkan tren pemulihan, meskipun sempat terdampak gangguan operasional di awal tahun.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan total produksi minyak mentah, kondensat, dan natural gas liquid (NGL) selama periode Januari–Maret 2026 mencapai rata-rata 572.724 barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut, produksi minyak mentah tercatat sebesar 490.589 bph, kondensat 55.851 bph, NGL hulu 21.595 bph, serta NGL dari gas terproses sebesar 4.239 bph.
Secara bulanan, produksi menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari 2026 tercatat sebesar 528.108 bph, kemudian naik menjadi 590.627 bph pada Februari, dan kembali meningkat menjadi 599.862 bph pada Maret 2026.
Djoko menjelaskan, penurunan produksi pada Januari dipicu oleh gangguan infrastruktur akibat kebocoran pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi pada awal tahun. Insiden tersebut berdampak pada pasokan gas untuk pembangkit listrik di wilayah operasi Blok Rokan, sehingga mengganggu aktivitas produksi minyak.
“Januari turun karena pipa TGI pada 2 Januari putus, sehingga tidak bisa mensuplai gas untuk pembangkit listrik di Rokan, sehingga penurunannya cukup signifikan. Saat ini perbaikan sudah dilakukan, meskipun masih ditemukan beberapa titik rawan,” ujar Djoko dalam rapat kerja bersama DPR RI.
Seiring dengan perbaikan infrastruktur, SKK Migas mulai mengoptimalkan kembali produksi, termasuk melalui pengelolaan cadangan minyak yang belum terangkat (deadstock). Per 31 Maret 2026, tercatat deadstock minyak mentah mencapai 2,56 juta barel, dengan sekitar 430.000 barel di antaranya siap untuk dilakukan lifting.
Djoko menambahkan, pihaknya tengah mengupayakan pemanfaatan teknologi enhanced oil recovery, termasuk penggunaan bahan kimia dan bakteri anaerob, guna mengoptimalkan pengangkatan cadangan tersebut.
Dengan berbagai upaya tersebut, SKK Migas memperkirakan produksi minyak mentah pada Maret 2026 berpotensi meningkat hingga 635.000 bph.
Untuk keseluruhan tahun 2026, SKK Migas memproyeksikan produksi minyak mentah mencapai 507.034 bph, kondensat sebesar 64.379 bph, NGL hulu 21.242 bph, serta NGL gas terproses sebesar 10.290 bph. Tambahan produksi juga diharapkan berasal dari proyek NGL dan kegiatan survei full tensor gravity gradiometry (FTG) sebesar 7.054 bph.
Dengan demikian, total produksi minyak dan kondensat sepanjang tahun ini diperkirakan dapat mencapai sekitar 610.000 bph.
Dari sisi lifting, realisasi produksi siap jual minyak mentah dan NGL pada Maret 2026 tercatat mencapai 635.500 bph. Angka tersebut berada di atas target yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 610.000 bph, maupun target dalam rencana kerja dan anggaran SKK Migas sebesar 610.800 bph.
SKK Migas optimistis tren peningkatan produksi ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun, seiring dengan perbaikan fasilitas produksi dan optimalisasi cadangan yang ada.[*]