InfoMigas.id – Jakarta | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan pembangunan storage atau tangki penyimpanan minyak mentah di sejumlah wilayah strategis, seperti di sekitar kilang minyak Dumai dan Cilacap, guna memperkuat cadangan energi nasional.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pembangunan storage akan disesuaikan dengan kebutuhan nasional serta memperkuat pasokan minyak mentah bagi kilang dalam negeri.
“Jadi untuk ini sesuai dengan kebutuhan ya mungkin itu nanti kita tingkatkan untuk Cilacap, untuk Dumai itu kan merupakan jalur untuk kilang di dalam negeri. Ini akan kita lihat lokasinya, akan kita tetapkan. Mudah-mudahan dari evaluasi bisa ditentukan prioritas mana yang lebih dulu,” kata Yuliot kepada awak media di kantor ESDM, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, pembangunan storage tersebut tidak hanya difokuskan di sekitar kilang, tetapi juga di lokasi strategis lainnya untuk meningkatkan kemampuan penyimpanan minyak mentah nasional.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan operasional minyak nasional sekaligus menjadi pijakan awal pembentukan Cadangan Penyangga Energi (CPE).
Saat ini, kapasitas storage minyak mentah nasional diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 20 hari. Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 60 hari cadangan.
“Kalau storage eksisting itu sekitar lebih dari 20 hari. Bagaimana kita tingkatkan menjadi 60 hari, ini akan dilakukan secara bertahap melalui pembangunan storage tambahan,” ujarnya.
Investor Asing Mulai Menjajaki
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) mengungkap adanya minat investor asing untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan storage minyak mentah di Indonesia.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan salah satu pihak yang menunjukkan ketertarikan adalah konglomerasi energi asal India, Essar Group melalui anak usahanya yang berbasis di Inggris, Essar Oil UK Ltd..
Menurut Simon, Pertamina telah melakukan pertemuan awal dengan perwakilan Essar Group bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas potensi kerja sama tersebut.
Perwakilan Essar Group bahkan telah mengunjungi sejumlah fasilitas kilang Pertamina, termasuk Kilang Plaju, guna melihat peluang pembangunan storage minyak mentah.
“Tentang storage, waktu itu kami juga sudah bertemu dengan tim Pak Menteri yaitu dari Essar Group. Mereka sedang melakukan penjajakan dan sudah berkunjung ke lokasi kilang kami di Plaju untuk melihat potensi kerja sama pembangunan storage tambahan,” kata Simon.
Meski demikian, Pertamina menegaskan terbuka untuk bekerja sama dengan investor lain dalam pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah tersebut.
“Kami membuka peluang bekerja sama dengan pihak mana pun untuk mendorong agar kapasitas storage nasional bisa bertambah,” ujarnya.
Penguatan Kilang Nasional
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM Laode Sulaeman membenarkan adanya minat investor asing untuk membangun storage minyak mentah di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra.
Menurut Laode, calon investor tersebut juga telah melakukan komunikasi dengan Pertamina terkait penguatan infrastruktur kilang minyak yang sudah ada.
“Sekarang kita sedang melakukan pembicaraan dengan calon investor yang bisa melaksanakan proses pembangunan. Investor ini juga sudah berkomunikasi dengan Pertamina untuk mendukung penguatan kilang-kilang Pertamina,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan nilai investasi dari rencana pembangunan storage tersebut. Saat ini, pembahasan masih berada pada tahap awal penjajakan.
Laode menambahkan, minyak mentah yang nantinya disimpan di storage tersebut akan tetap dihitung sebagai bagian dari cadangan minyak nasional, meskipun pembangunan fasilitasnya melibatkan pihak swasta.
“Kalau perhitungannya iya, tetapi pembangunannya bisa saja oleh swasta,” kata dia.
Sebelumnya, Essar Group juga dikabarkan tengah mempertimbangkan investasi pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Dumai sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengolahan minyak nasional.[*]
*bt/kbc/nh