InfoMigas.id | Sebuah kapal supertanker yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah asal Irak dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz, di tengah gangguan distribusi energi akibat konflik kawasan.
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, kapal bernama Omega Trader menjadi tanker pertama yang terdeteksi membawa minyak mentah dari Baghdad melalui jalur tersebut sejak awal pecahnya perang di Iran.
Kapal yang dikelola oleh perusahaan pelayaran Jepang, Mitsui OSK Lines Ltd., dalam beberapa hari terakhir mengirimkan sinyal telah mencapai Mumbai. Sebelumnya, sinyal terakhir kapal tersebut terdeteksi berasal dari wilayah Teluk Persia lebih dari 10 hari lalu.
Kendati demikian, pihak Mitsui OSK Lines menyatakan tidak ada kapal mereka yang telah berhasil melakukan penyeberangan. Perusahaan menegaskan terus memantau situasi selama 24 jam di tengah terbatasnya visibilitas akibat gangguan sinyal pelacakan kapal di kawasan tersebut.
Konflik di Iran yang kini memasuki pekan keempat telah menyebabkan gangguan besar terhadap arus pelayaran global. International Energy Agency (IEA) mencatat kondisi ini sebagai salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak, mengingat sekitar 20% distribusi minyak dan gas alam cair dunia bergantung pada Selat Hormuz.
Meskipun hanya segelintir kapal tanker yang berhasil melintas sejak konflik dimulai, pergerakan tersebut mulai memberikan sedikit kelonggaran terhadap tekanan pasokan global. Sejumlah kapal diketahui melakukan aktivitas bongkar muat di India, menyusul upaya pemerintah setempat menjalin komunikasi dengan otoritas Iran guna membuka jalur distribusi energi.
Dalam basis data Equasis, manajemen teknis kapal Omega Trader tercatat berada di bawah MOL Global Ship Management yang berbasis di Singapura. Sementara itu, pengelolaan komersial dan kepemilikan kapal tercatat dipegang oleh Eligible Tankers SA yang berbasis di Panama.
Selain Omega Trader, beberapa kapal tanker lain juga dilaporkan mulai meninggalkan kawasan Teluk Persia. Kapal Al Ruwais diketahui mengangkut nafta dari Uni Emirat Arab dan tengah menuju Asia. Sementara kapal Abu Dhabi-III dijadwalkan tiba di pelabuhan Vadinar, India, setelah memuat bahan bakar dari Ruwais.
Namun demikian, praktik “dark transit” atau penonaktifan transponder kapal masih menjadi tantangan utama dalam memantau jumlah pasti kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik yang berlangsung.[*]