InfoMigas.id – Aceh Tamiang | Air mengalir deras dari selang berukuran 2,5 sentimeter. Beberapa tandon air (tempat menampung air bersih) dan puluhan ember seketika penuh. Sebuah truk tanki air mendatangi lokasi bencana banjir yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Pemandangan haru tak terelakkan. Basariah (53), warga Desa Perdamaian, Kecamatan Kota Kuala Simpang, tak kuasa menahan air mata saat truk tangki air bersih milik PT Pertamina EP Rantau Field berhenti di halaman rumahnya.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Terima kasih kepada Pertamina EP Rantau Field yang sudah membantu kami,” ujar Basariah, Rabu (28/1/2026).
Krisis air bersih yang melanda Aceh Tamiang mulai terurai setelah PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field—bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1—menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 12 ribu liter. Sejak 60 hari terakhir, warga penyintas banjir terpaksa menunggu berhari-hari demi sekadar mendapatkan air untuk kebutuhan dasar.
“Kami sangat membutuhkan air. Tidak untuk mandi, bisa ambil air wudhu saja sudah cukup,” kata Samsul, warga Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejurusan Muda. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari Pertamina.”
Tak hanya air bersih, PEP Rantau Field juga menyalurkan beragam bantuan kemanusiaan selama masa tanggap darurat. Lebih dari 20 desa di sekitar wilayah kerja perusahaan telah menerima bantuan, mulai dari posko kesehatan gratis, makanan siap santap, paket sembako, hingga perlengkapan tidur seperti kasur, selimut, dan bantal.
Seluruh bantuan disalurkan secara bertahap dan terkoordinasi dengan berbagai pihak agar tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Field Manager PEP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap hadir bersama masyarakat, meski operasional perusahaan juga terdampak banjir.
“Kami bergerak aktif mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Penanganan kemanusiaan tidak hanya soal logistik, tetapi juga kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada media ini.
Secara keseluruhan, PHR Zona 1 telah menyalurkan bantuan bahan pangan dalam jumlah besar, antara lain 1,62 ton beras, 555 kilogram gula, 270 dus air mineral, 405 dus mi instan, 175 dus minyak goreng, serta 142 dus biskuit. Bantuan juga mencakup sarden, telur, susu kental manis, makanan bayi, perlengkapan mandi, obat-obatan, terpal, selimut, hingga popok sekali pakai.
Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh wilayah kerja PHR Zona 1, mulai dari Sumatera Selatan, Jambi, Riau, hingga Sumatera Utara, serta kolaborasi dengan Subholding Upstream Pertamina lainnya seperti PHR Zona 4, Zona Rokan, dan PHE OSES Regional 2 Zona 6.
“Ini adalah wujud tanggung jawab sosial Pertamina sebagai perusahaan energi nasional, yang dijalankan melalui sinergi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, BPBD, dan para pemangku kepentingan lainnya,” pungkas Tomi.[*]
*ril