InfoMigas.id – Lhokseumawe | PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menuntaskan proyek revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 beserta fasilitas pendukungnya yang dimulai sejak awal 2024.
Tangki berkapasitas 127.000 meter kubik (m³) itu kini resmi beroperasi dan menjadi bagian dari ekspansi bisnis perusahaan untuk mewujudkan ambisi sebagai Leader Energy Hub Asia pada 2030.
Dengan beroperasinya F-6004, total fasilitas penyimpanan LNG di Terminal Arun kini menjadi lima tangki, masing-masing berkapasitas 127.000 m³. Penambahan ini diyakini akan meningkatkan fleksibilitas operasional dan daya saing fasilitas LNG Arun di pasar regional.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menegaskan revitalisasi tangki tersebut merupakan langkah strategis dalam menjaga keandalan fasilitas LNG Arun sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang berlaku.
“Dengan selesainya revitalisasi, Tangki F-6004 siap mendukung kebutuhan operasional secara optimal. Kesiapan ini akan mendorong peningkatan utilisasi terminal hingga 25%,” ujar Hery.
Menurutnya, tambahan kapasitas tersebut memperkuat posisi LNG Arun sebagai pusat energi strategis yang melayani pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan, sejalan dengan pengembangan bisnis Hub LNG yang tengah digarap PGN Group.
Sejalan dengan pengoperasian tangki, PAG juga mengaktifkan fasilitas pendukung berupa satu dermaga baru untuk menerima kapal LNG berukuran kecil dengan kapasitas hingga 3.500 m³. Fasilitas ini membuka peluang pengembangan bisnis breakbulking, yakni pemecahan muatan LNG dari kapal besar ke kapal lebih kecil untuk distribusi ke berbagai wilayah yang belum terjangkau infrastruktur pipa gas.
President Director PAG, Yan Syukharial, menyebut proyek ini sebagai wujud komitmen Subholding Gas Group dalam memperkuat fundamental bisnis LNG di tingkat global.
“Dengan keunggulan infrastruktur dan lokasi strategis, PAG diarahkan menjadi One Stop Energy Infrastructure Provider Services. Pengembangan bisnis breakbulking akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan revenue konsolidasian Subholding Gas,” ujar dalam keterangan resminya, Rabu,11/2/2026.
Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur LNG di Arun juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi daerah, termasuk membuka peluang lapangan kerja di Provinsi Aceh sebagai lokasi operasional fasilitas tersebut.
PAG menegaskan akan terus menjaga integritas dalam berinovasi serta meningkatkan keandalan infrastruktur guna mempertahankan kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan di tengah dinamika pasar energi global.
Dengan tambahan kapasitas dan fasilitas baru ini, LNG Arun kian diposisikan sebagai simpul penting distribusi gas cair Indonesia menuju pasar regional, sekaligus mempertegas transformasi bisnis PGN dalam rantai nilai LNG internasional.[*]
*adv