InfoMigas.id – Jakarta | Tantangan sektor energi ke depan menuntut hadirnya talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental, keterampilan, serta memahami dinamika industri sejak di bangku kuliah.
Hal tersebut disampaikan Chairperson IPA Convex 2026, Hariadi Budiman, dalam Talkshow Energy Connect 5.0 bertajuk Beyond the Barrels: Innovation and the Future of Energy Sector,.
Menurut Hariadi, pengelolaan sumber daya energi harus memberikan nilai komersial optimal agar mampu menopang kebutuhan nasional yang terus meningkat.
“Di mana ada sumber daya energi, di situ lah harus diolah dengan nilai komersial yang baik. Setiap kilang dirancang untuk muatan dan kapasitas oil dan gas tertentu dengan spesifikasi khusus. Apalagi melihat kondisi saat ini, semakin besar kebutuhan energi juga sebanding dengan semakin baik tingkat kenyamanan hidup, sehingga pemerintah terus mendorong ketahanan energi nasional untuk memenuhi hal tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kebutuhan energi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penguatan ketahanan energi nasional menjadi agenda strategis yang harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Senada dengan itu, Human Resources & General Affairs Senior Manager PT Donggi Senoro LNG, Dea Rehenda Ginting, menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini agar tidak mengalami culture shock ketika memasuki dunia kerja sektor migas.
Ia membagikan sejumlah strategi praktis dalam menyusun Curriculum Vitae (CV) yang relevan dengan kebutuhan industri energi.
“IPK bagus adalah sebagai pembuka, bukan penentu diterima atau tidaknya seseorang di suatu perusahaan, terutama untuk teman-teman di sini yang akan jadi fresh graduate. CV harus menunjukkan kejelasan, dampak dari apa yang kita lakukan, dan keterampilan yang kita miliki, dilengkapi foto profesional serta pencapaian yang relevan,” ujarnya yang dikutip liputan6, Minggu (25/1/2026).
Melalui pendekatan yang langsung menyentuh realitas industri, Talkshow Energy Connect 5.0 diharapkan tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah konkret dalam menyiapkan generasi muda memasuki sektor energi. Upaya ini dinilai sebagai investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan industri energi nasional melalui talenta yang siap pakai sejak hari pertama bekerja.[*]