InfoMigas.id-Jakarta | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memamaprkan sebanyak 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) merupakan penyumbang utama produksi minyak, kondensat, dan natural gas liquids (NGL) nasional hingga 31 Mei 2026.
Berdasarkan data SKK Migas, jumlah produksi minyak, kondensat, dan NGL Indonesia mencapai 576.200 barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut, sebanyak 540.527 bph atau sekitar 93,8 persen berasal dari 20 KKKS terbesar, sementara sisanya sebesar 35.606 bph disumbangkan oleh KKKS lainnya.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan dua produsen terbesar nasional masih ditempati oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan ExxonMobil Cepu Ltd. Meski demikian, realisasi produksi kedua perusahaan tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Terdapat 20 KKKS yang realisasi produksinya besar, namun Pertamina Hulu Rokan dan Cepu, terjadi penurunan dan belum mencapai target dari APBN,” sebut Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (3/6/2026).
PHR tercatat memproduksikan minyak, kondensat, dan NGL sebesar 131.040 bph hingga Mei 2026. Angka tersebut baru mencapai sekitar 80 persen dari target APBN yang ditetapkan sebesar 163.859 bph.
Sementara itu, ExxonMobil Cepu Ltd membukukan produksi sebesar 129.915 bph atau sekitar 87,5 persen dari target APBN sebesar 148.500 bph.
Menurut Djoko, rendahnya capaian produksi PHR disebabkan kendala pada fasilitas permukaan (surface facilities), terutama terkait pasokan listrik dan infrastruktur pendukung operasi. Adapun ExxonMobil Cepu menghadapi tantangan pada sisi reservoir akibat penurunan produksi alamiah (natural decline) Lapangan Banyu Urip.
Daftar 20 KKKS Penyumbang Produksi Terbesar
Selain PHR dan ExxonMobil Cepu, sejumlah KKKS lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional. PT Pertamina EP menempati posisi ketiga dengan produksi 73.983 bph.
Sementara PetroChina International Jabung Ltd berada di posisi keempat dengan produksi 27.478 bph, diikuti PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) sebesar 26.473 bph dan PT Pertamina Hulu Mahakam sebesar 25.575 bph.
Medco E&P Natuna Ltd tercatat memproduksi 24.023 bph, disusul PT Pertamina Hulu Energi OSES sebesar 18.036 bph dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga sebesar 14.957 bph.
Berikut Daftar 20 KKKS terbesar pada Mei 2026 :
1. PT Pertamina Hulu Rokan: 131.040 bph
2. PT Exxon Mobil Cepu Ltd: 129.915 bph
3. PT Pertamina ΕΡ: 73.983 bph
4. PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java: 26.473 bph
5. Medco E&P Natuna Ltd: 24.023 bph
6. PT Pertamina Hulu Mahakam: 25.575 bph
7. PT Pertamina Hulu Energi Oses: 18.036 bph
8. PT Pertamina Hulu Sanga-sanga: 14.957 bph
9. Petrochina International Jabung Ltd: 27.478 bph
10. Job Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi: 9.291 bph
11. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur: 8.543 bph
12. Saka Indonesia Pangkah Ltd: 8.754 bph
13. PT Bumi Siak Pusako: 7.352 bph
14. BP Berau Ltd: 7076 bph
15. PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang: 5.030 bph
16. Texcal Energy Mahato Inc: 4.997 bph
17. PC Ketapang Ltd: 4.833 bph
18. PT Imbang Tata Alam: 4.654 bph
19. PT Medco E&P Rimau: 4.039 bph
20. Petrogas (Basin) Ltd: 4.203 bph.
[*]
*kbc/bt/nh