InfoMigas.id-Jakarta |Harga jual BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) yang berlaku saat ini masih berada di bawah harga keekonomian, padahal Pertamina telah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. ReforMiner Institute menilai angka tersebut belum mencerminkan biaya pengadaan yang sebenarnya di tengah lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Founder ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, menyebutkan tekanan terhadap biaya impor BBM semakin besar setelah harga minyak mentah dunia bergerak jauh di atas asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di saat yang sama, kurs rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS turut memperbesar biaya perolehan energi impor.
Menurut Pri Agung, dengan kondisi pasar saat ini, harga keekonomian bensin RON 92 seharusnya berada pada kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter. Harga tersebut dianggap lebih mencerminkan biaya riil yang harus ditanggung dalam pengadaan BBM.
“Harga keekonomian kalau tidak disubsidi itu sebetulnya dengan posisi harga minyak seperti saat ini dan kurs rupiah itu mungkin sekarang ada di kisaran Rp19.000 sampai Rp21.000 per liter. Jadi yang dijual Pertamina untuk RON 92 ini masih di bawah harga keekonomian,” ujar Pri Agung seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin, 15/6/2026.
Ia menambahkan bahwa sejak konflik geopolitik yang memicu gejolak pasar energi global pada April lalu, harga minyak telah mengalami deviasi lebih dari 40 persen dibanding asumsi APBN. Kondisi tersebut menimbulkan selisih biaya yang pada akhirnya harus ditanggung oleh pemerintah maupun Pertamina.
Pandangan serupa disampaikan PT Pertamina Patra Niaga. Perusahaan mengungkapkan bahwa harga keekonomian Pertamax saat ini telah mencapai sekitar Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter, jauh di atas harga jual resmi yang berlaku di SPBU.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengatakan lonjakan harga minyak dunia akibat ketidakpastian geopolitik telah mendorong kenaikan harga produk bensin RON 92 di pasar internasional. Meski demikian, Pertamina berupaya mempertahankan harga jual domestik selama mungkin guna menjaga daya beli masyarakat.
“Pertamax RON 92 kebetulan di market itu karena kondisi geopolitik kemarin itu naik. RON 92 kalau di market itu sudah harganya Rp20.000-an sampai Rp21.000. Dan kita masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300,” ujar Sigit dalam Sarasehan Energi Dewan Energi Nasional (DEN) di Kampus IPB Bogor.
Ia juga membandingkan harga bensin dengan spesifikasi setara di negara-negara tetangga yang saat ini telah berada pada level lebih tinggi. Di Thailand, misalnya, harga bensin RON 91-92 disebut telah mencapai sekitar Rp23.000 per liter.
“Kita ingin memberikan pesan kepada konsumen bahwa kondisi pasar energi global saat ini memang sedang mengalami tekanan. Penyesuaian harga ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan suplai tetap terjaga,” katanya.
Adapun daftar harga BBM Pertamina yang berlaku sejak 10 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter[*]