InfoMigas.id | Dengan diresmikannya Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cisem II (Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur) pada akhir pekan pertama Juni 2026, maka pipa gas Sumatra-Jawa sudah terkoneksi dari Jawa Timur hingga ke Sumatra Selatan.
Pengoperasian infrastruktur strategis ini ditandai dengan pelaksanaan commissioning Cisem II dan Integrasi Sistem Transmisi Gas yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Jawa Barat.
Cikal Bakal Pipanisasi Gas Sumatra Jawa.
Di ujung barat pulau Sumatra, Pembangunan pipa koneksi ini dimulai dengan Pembangunan Pipa Gas Arun–Belawan pada tahun 2013. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan awal mulainya pipa Aceh-Sumatra Utara sejak Agustus 2013.
Proyek pipa sepanjang 350 kilometer memasuki tahap commissioning (uji coba operasi) dan mulai menyalurkan gas dari Arun ke Belawan pada 11 Desember 2014.
Dalam wilayah administrasi propinsi Aceh, panjang jalur pipanya sekitar 250 kilometer, sedangkan 100 kilometer sisanya berada dalam wilayah administrasi Sumatra Utara.
Kapasitas penyaluran gas hingga 300 MMSCFD, menghubungkan Terminal LNG Arun di Lhokseumawe, Aceh dengan pusat pembangkit listrik dan industri di Sicanang Belawan.
Hal yang menjadi alasan pembangunan Pipa Transmisi Gas Arun–Belawan adalah untuk menyalurkan gas hasil regasifikasi LNG Arun ke pusat-pusat konsumsi gas di Aceh dan Sumatera Utara, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN dan industri.
Proyek ini juga menjadi solusi atas kekurangan pasokan gas di Sumatera Utara setelah produksi gas dari beberapa lapangan mengalami penurunan. PT Pertamina Operation North Sumatra Area atau PT Pertamina Gas ONSA dipercaya sebagai mengelola jalur pipa gas dari Aceh sampai ke Sumatra Utara ini.
Nilai investasi proyek pipa Arun–Belawan dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai US$570 juta, sehingga menjadikannya salah satu proyek infrastruktur gas strategis terbesar di Sumatera saat itu. Ruas Pipa Belawan-Sei Mangkei Pada tahap berikut, dilakukan penambahan lagi yaitu ruas Belawan-Sei Mangkei.
Hal ini demi kebutuhan gas untuk industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Penambahan pada ruas ini adalah sepanjang 139 kilometer. Penambahan dimulai dari Belawan menuju Sei Mangkei dengan kapasitas penyaluran gas sebesar 75 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day).
Pipa ini mulai beroperasi/commissioning sejak maret 2016 dan PT Pertamina Gas ditunjuk sebagai operator. Jika digabung dengan jaringan Arun–Belawan sepanjang sekitar 350 km, maka total jaringan dari Arun hingga Sei Mangkei mencapai hingga sekitar 489 kolimeter.
Ruas Gersik-Semarang Diujung Timur pulau Jawa, Pembangunan Pipa Transmisi Gas dimulai dari Gresik, Jawa Timur menuju Semarang, Jawa Tengah. Ruas ini sering disebut sebagai Gresem, singkatan dari Gersik-Semarang.
Pembangunan dimulai dengan acara groundbreaking (peletakan tiang pertama) pada 8 Oktober 2014 dan uji coba serta commissioning enam tahun kemudian, yaitu 2020. Panjang ruas Gersem sekitar 275 kilometer, dengan diameter pipa sebesar 28 inci dan Kapasitas aliran gas sebesar 500 MMSCFD.
Mulai Pipanisasi Sumatra Jawa
Proyek pipanisasi gas terintegrasi dari Jawa Timur hingga Aceh diatur dengar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Secara spesifik, mega proyek ini dikerjakan secara bertahap melalui Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN) yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM.
Pada tahap awal, Pipa Transmisi Gas Bumi dibangun dengan nama Cisem, singkatan Cirebon-Semarang. Ruas Cisem dibagi dalam dua tahap, yaitu Cisem I dan Cisem II.
Pada tahap pertama, yaitu CISEM I memiliki panjang sekitar 60–62 kilometer. Pipa berdiamer 20 inci ini menghubungkan antara Semarang dengan Batang. Jalurnya membentang dari wilayah Semarang menuju Kabupaten Batang melalui kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah.
Kapasitas Pipa dirancang sebesar 116–235 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) dan sudah mulai beroperasi sejak awal 2024.
Pada tahap kedua, yaitu CISEM II membentang dari Batang (Jawa Tengah) hingga Kandanghaur Timur, Kabupaten Indramayu (Jawa Barat), melalui wilayah Cirebon. Nama ruas resminya sering disebut Batang–Cirebon–Kandanghaur Timur.
Panjang pipa Ruas Cisem II adalah 242 kilometer dengan kapsitas alir gas sebesar 223–233 MMSCFD. Kontruksinya mulai sejak September 2024 dan diresmikan pada akhir pekan pertama pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Jaringan SSWJ (South Sumatra–West Java)
SSWJ (South Sumatra–West Java) merupakan ruas yang menghubungkan pulau Sumatra dengan Pulau Jawa, yaitu antara Jawa Barat dengan Sumatra Selatan. Ruas ini sudah tersambung langsung dengan sumber gas di Sumatera Selatan, terutama melalui simpul Grissik dan Pagardewa yang menjadi titik pengumpul dan penyaluran gas ke Jawa.
Panjang total pipa ruas ini sekitar 1.000 kilometer, 100 kilometer diantaranya merupakan pipa yang berada di bawah laut Selat Sunda. Sumber gas utama yang menjadi memasok SSWJ antara lain Gas dari wilayah Grissik di Sumatera Selatan dan Jambi.
Ruas Dusem
Yang menjadi persoalan saat ini adalah belum tersambungnya jaringan gas antara Sumatera bagian selatan dengan Sumatera bagian utara. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah tengah mendorong pembangunan proyek Pipa Transmisi Gas ruas Dusem.
Dusem adalah singkatan Dumai – Sei Mangkei. Ruas ini akan menghubungakan antara Dumai, Sumatra Selatan dan Sei Mangkei di Sumatra Utara. Direncanakan, proyek ini akan menghubungkan Dumai (Riau),Rokan Hilir dan Rokan Hulu (Sumatra Selatan), Labuhanbatu, Asahan dan Sei Mangkei (Sumatera Utara).
Dusem merupakan langkah awal untuk membentuk jalur utama jaringan gas Pulau Sumatera. Nantinya, ruas ini akan tersambung dengan jaringan yang sudah ada di Riau dan Sumatera Selatan. Pada saat selesai maka akan terintegrasi gas dari Sumatera Selatan hingga Sumatera Utara.
Awalnya, ruas Dusem dirancang sekitar 400 kilometer, namun hasil studi kelayakan (FS) berikutnya, panjangnya ditambah menjadi 428 kilometer. Terakhir, Panjang ruas Dusem Berubah lagi menjadi sekitar 555 kilometer.
Penambahan Panjang tersebut menyusul munculnya rencana aliran gas untuk pengembangan kawasan industri di Medan. Direncanakan, seluruh ruas jaringan transmisi gas dari ujung barat pulau Sumatra (Aceh) hingga ujung timur pulau Jawa (Jawa Timur) akan terhubung secara penuh pada tahun 2028 nanti.[*]
*nasier husen