InfoMigas.id – Banda Aceh | Aktivitas eksplorasi migas di Wilayah Kerja (WK) South Andaman terus bergerak maju. Setelah keberhasilan pengeboran sejumlah sumur eksplorasi sebelumnya, kini Lapangan Tangkulo-1 bersiap memasuki fase pengeboran menggunakan kapal bor ultra-deepwater (UDW) West Capella.
Rig laut dalam tersebut bukan nama baru bagi industri hulu migas Aceh. Sebelumnya, West Capella telah digunakan untuk menajak sumur eksplorasi Gayo-1 dan Halwa-1 di Blok Andaman II yang dioperasikan oleh Mubadala Energy.
Kehadiran kembali West Capella di perairan Andaman menegaskan tingginya tingkat kepercayaan operator terhadap kemampuan rig tersebut dalam melaksanakan pengeboran di wilayah laut dalam yang memiliki tantangan teknis tinggi.
Dimiliki Kontraktor Pengeboran Global
West Capella dimiliki dan dioperasikan oleh Seadrill Limited, salah satu kontraktor pengeboran lepas pantai terbesar di dunia yang menyediakan layanan pengeboran bagi perusahaan minyak dan gas bumi di berbagai kawasan.
Perusahaan ini mengoperasikan armada rig modern yang mampu bekerja mulai dari perairan dangkal hingga laut dalam dan ultra laut dalam. Layanan Seadrill mencakup penyediaan rig pengeboran, tenaga kerja profesional, serta teknologi pendukung eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.
Dalam operasinya, Seadrill melayani perusahaan minyak nasional maupun perusahaan energi internasional di berbagai wilayah dunia, termasuk kawasan dengan kondisi lingkungan ekstrem atau hard environment.
Didirikan John Fredriksen
Seadrill didirikan pada 10 Mei 2005 di Bermuda oleh pengusaha pelayaran dan energi asal Norwegia, John Fredriksen. Dalam waktu relatif singkat, perusahaan berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri jasa pengeboran lepas pantai global.
Saat ini kantor pusat global Seadrill berada di Houston, Texas, Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan memiliki sejumlah kantor regional strategis untuk mendukung operasi di berbagai kawasan dunia.
Untuk wilayah Amerika Latin, Seadrill memiliki kantor regional di Rio de Janeiro, Brasil. Sementara untuk kawasan Eropa, pusat operasional regional berada di Stavanger, Norwegia.
Adapun kawasan Asia Pasifik dikendalikan dari Singapura melalui Seadrill Management (S) Pte. Ltd. yang berkantor di kawasan bisnis Collyer Quay.
Kondisi Keuangan Masih Solid
Meski industri pengeboran lepas pantai menghadapi dinamika harga minyak global yang berfluktuasi, kondisi keuangan Seadrill dinilai masih cukup kuat.
Berdasarkan data perusahaan per 13 Juni 2026, nilai aset bersih (net asset value) Seadrill mencapai sekitar US$2,97 miliar.
Pada akhir kuartal pertama 2026, perusahaan tercatat memiliki utang pokok bruto sebesar US$625 juta. Namun, Seadrill juga mengantongi kas dan setara kas sebesar US$365 juta, termasuk sekitar US$26 juta dana kas yang penggunaannya dibatasi.
Dengan demikian, posisi utang bersih (net debt) perusahaan berada di kisaran US$260 juta, angka yang masih dinilai terkendali untuk perusahaan dengan skala operasi global.
Seadrill juga merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode emiten SDRL.
Peran Penting di Andaman
Pemanfaatan West Capella untuk pengeboran sumur Tangkulo-1 menjadi bagian penting dari upaya mengungkap potensi hidrokarbon baru di cekungan Andaman yang dalam beberapa tahun terakhir mencatat sejumlah temuan gas raksasa.
Keberhasilan pengeboran Tangkulo-1 berpotensi memperkuat prospek pengembangan sumber daya migas di lepas pantai Aceh sekaligus mendukung target peningkatan produksi energi nasional pada masa mendatang.[*]