InfoMigas.id – Jakarta | Pemerintah Indonesia resmi menyetujui Plan of Development (POD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja (WK) South Andaman. Persetujuan itu diberikan melalui Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 9 Maret 2026 yang lalu. Surat persetujuan tersebut bernomor T-85/MG.04/MEM.M/2026 dan ditandatangani oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Selain menyetujui pengembangan perdana lapangan tersebut, pemerintah juga memberikan tambahan insentif berupa kenaikan porsi bagi hasil (split) kontraktor sebesar 8 persen. Dengan tambahan itu, bagian kontraktor mencapai 94% untuk minyak dan 96% untuk gas.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan salah satu temuan migas terbesar di kawasan South Andaman yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi pusat perhatian industri migas nasional maupun global.
Dalam surat persetujuan tersebut, pemerintah juga menugaskan SKK Migas untuk memastikan negara tetap memperoleh manfaat optimal dari pengembangan lapangan. Salah satunya melalui upaya negosiasi harga jual gas dengan calon pembeli agar memberikan pendapatan maksimal bagi negara.
Lapangan Tangkulo diperkirakan memiliki cadangan sekitar 215 juta barel setara minyak (MMBOE). Lapangan ini berada di wilayah laut dalam dengan kedalaman sekitar 1.200 meter dan belum didukung infrastruktur produksi yang tersedia, sehingga membutuhkan investasi yang besar dan berisiko tinggi.
Berdasarkan lampiran persetujuan POD I, skema gross split awal ditetapkan sebesar 47 persen untuk minyak dan 49 persen untuk gas di sisi kontraktor. Namun setelah memperhitungkan komponen variabel, progresif, serta tambahan insentif sebesar 8 persen, porsi kontraktor meningkat secara signifikan.
Pemerintah menilai pemberian insentif tersebut diperlukan untuk menjaga keekonomian proyek sekaligus menarik investasi agar pengembangan lapangan dapat berjalan sesuai target.
Selain itu, kontraktor diwajibkan menjamin ketersediaan pembeli (offtaker) gas, menyelesaikan proyek sesuai jadwal, melanjutkan kegiatan eksplorasi, serta mendukung program pemanfaatan gas bumi untuk jaringan rumah tangga dan sektor transportasi.
Persetujuan POD I Tangkulo semakin memperkuat optimisme terhadap potensi migas di South Andaman, terutama setelah sejumlah penemuan besar yang dilakukan oleh perusahaan energi internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Apabila seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai rencana, Lapangan Tangkulo berpotensi menjadi salah satu sumber pasokan gas baru bagi Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia di pasar energi regional.
Kendati surat persetujuan tersebut tekah beredar secara luas, namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari kementrian ESDM maupun SKK Migas tentang hal teserbut.[*]
*kbc/re/nh