InfoMigas – Jakarta | PT Pertamina Gas ( Pertagas) berkomitmen menyalurkan energi untuk industri strategis sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Gas bumi dimanfaatkan karena energi yang lebih bersih sekaligus bahan baku industri hilir yang mampu meningkatkan efisiensi, daya saing, dan investasi.
Salah satu usaha Pertagas adalah adalah penyaluran gas melalui pipa yang terhubung disepanjang pulau Sumatra dan pulau Jawa.
Di Sumatra Utara, pengoperasian Pipa Arun–Belawan dan pembangunan Pipa Extension Sei Mangkei memperkuat pasokan gas ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)Sei Mangkei,dengan akan mendorong pengembangan industri hilir dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di Jawa Barat dan DKI Jakarta, Proyek Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 km memperkuat logistik energi, menurunkan biaya distribusi, dan mengurangi emisi distribusi darat.
Sementra di Aceh, revitalisasi fasilitas LNG Arun, memperkuat pasokan gas bagi industri pupuk dan pembangkit listrik. Hali ini dinilai akan meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.
“Integrasi dan pengembangan jaringan pipa nasional memastikan penyaluran energi yang fleksibel, efisien, dan merata untuk menjawab dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” Indra dalam keterangan resmi , Senin, 23/2/2026.
Idra membeberkan, Sepanjang tahun 2025, volume transportasi gas bumi Pertagas melampaui 1.590 MMSCFD, tumbuh sekitar 4% dibandingkan dengan tahun 2024. Sementara Volume transportasi minyak mencapai lebih dari 174 ribu BOPD, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini indikator meningkatnya aktivitas industri, kilang, dan pembangkit listrik nasional.
Atas kinerja tersebut, Pertagas meraih Penghargaan BPH Migas 2025 sebagai badan usaha pengangkutan gas bumi terbesar dan terbaik, serta capaian keselamatan kerja tingkat nasional.[*]
*ril/nh