InfoMigas.id-Cirebon | Kabupaten Cirebon akan memperoleh tambahan 41.000 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) pada tahap pertama program yang disiapkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tambahan sambungan baru tersebut akan dibangun di empat kecamatan, yakni Palimanan, Gempol, Depok, dan Dukupuntang. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses energi bersih dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan pembangunan Jargas karena dinilai memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperluas akses energi, keberadaan jaringan gas rumah tangga juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kebutuhan energi rumah tangga.
Kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung pembangunan jaringan gas rumah tangga ini dan siap membantu proses koordinasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta kebutuhan administrasi yang diperlukan agar pelaksanaannya berjalan lancar.
Rencana pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari program pengembangan Jargas yang telah berjalan di Kabupaten Cirebon dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Ditjen Migas, pemerintah sebelumnya telah membangun 14.663 sambungan rumah melalui tiga tahap pembangunan.
Pada tahap awal tahun 2012, pembangunan Jargas mencakup 4.000 sambungan rumah. Dengan tambahan 41.000 sambungan yang direncanakan pada tahap pertama program terbaru ini, kapasitas layanan Jargas di Kabupaten Cirebon akan mengalami peningkatan signifikan.
Jumlah sambungan baru yang akan dibangun hampir tiga kali lebih besar dibandingkan total jaringan gas yang telah terpasang selama tiga periode pembangunan sebelumnya. Jika seluruh target terealisasi, jumlah pelanggan Jargas di Kabupaten Cirebon akan meningkat menjadi sekitar 55.663 sambungan rumah.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandoro, mengatakan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan jaringan gas rumah tangga.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait diperlukan agar tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan.
“Pembangunan Jargas membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Agung, Selasa, 9/6/2026.
Sementara itu, Koordinator Kelompok Kerja Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Sugiarto, menilai Kabupaten Cirebon memiliki modal yang cukup kuat untuk melanjutkan pengembangan Jargas karena sebagian infrastruktur jaringan telah tersedia dari pembangunan sebelumnya.
Keberadaan jaringan yang telah terbangun tersebut dinilai akan mendukung percepatan perluasan layanan gas bumi kepada masyarakat di wilayah sasaran sekaligus memperkuat pengembangan infrastruktur energi berbasis gas bumi di daerah.
Program pembangunan Jargas merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi di sektor rumah tangga, mengurangi ketergantungan terhadap LPG, serta mendukung penyediaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi masyarakat.[*]
*kbc/bis/nh