InfoMigas.id – Jakarta | PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat total produksi minyak dan gas bumi (migas) dari aset domestik dan internasional mencapai 1,032 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) sepanjang 2025.
Direktur Utama PHE Awang Lazuardi menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Menurut Awang, produksi migas PHE sepanjang tahun lalu berasal dari produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 2.757 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Produksi minyak tersebut terdiri atas 396 ribu barel per hari dari lapangan domestik dan 160 ribu barel per hari dari aset internasional. Sementara produksi gas berasal dari kontribusi domestik sebesar 2.451 MMSCFD dan internasional 306 MMSCFD.
PHE juga memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional. Perusahaan menyumbang sekitar 65 persen dari total lifting minyak domestik dan 35 persen lifting gas nasional.
Untuk tahun 2026, PHE menargetkan produksi migas sebesar 1,03 juta BOEPD. Namun hingga April 2026, realisasi produksi perusahaan tercatat mencapai 945 ribu BOEPD.
Awang menjelaskan, produksi minyak PHE hingga April 2026 mencapai 475 ribu barel per hari (BOPD), yang terdiri atas 367 ribu BOPD dari operasi domestik dan 109 ribu BOPD dari aset internasional.
Di sisi gas, produksi tercatat sebesar 2.722 MMSCFD, dengan rincian 2.385 MMSCFD berasal dari lapangan domestik dan 337 MMSCFD dari operasi internasional.
Meski masih berada di bawah target tahunan, PHE terus berupaya menjaga tingkat produksi di tengah tantangan penurunan alamiah atau natural decline yang menjadi karakteristik industri hulu migas.
Awang mengatakan tingkat natural decline yang dihadapi perusahaan mencapai rata-rata 24 persen untuk minyak dan 21 persen untuk gas.
Untuk menahan laju penurunan tersebut, PHE menjalankan berbagai program peningkatan produksi, termasuk pemboran sumur pengembangan dan eksploitasi serta optimalisasi sumur eksisting.
Sepanjang 2025, perusahaan telah melakukan hampir 900 pemboran sumur pengembangan, sekitar 1.300 kegiatan workover, serta lebih dari 37.000 aktivitas well intervention guna menjaga keandalan fasilitas operasi dan mempertahankan tingkat produksi migas.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberlanjutan produksi migas PHE di tengah tantangan penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan yang telah beroperasi.[*]
*kbc/bt/nh