InfoMigas.id – Jakarta | Aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan utama Fujairah, Uni Emirat Arab kembali dihentikan setelah wilayah tersebut kembali diserang pada Senin (16/3/2026). Insiden ini menjadi gangguan terbaru terhadap jalur ekspor energi penting di kawasan Teluk di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, penghentian pemuatan minyak dilakukan sebagai langkah pencegahan sembari menilai kerusakan akibat serangan terbaru. Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan untuk berbicara kepada media.
Sebelumnya, aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan tersebut sempat kembali berjalan pada akhir pekan setelah serangan drone memicu kebakaran pada Sabtu (14/3/2026).
Pelabuhan Fujairah merupakan salah satu pusat perdagangan dan penyimpanan minyak mentah serta bahan bakar terbesar di kawasan. Lokasinya yang berada di luar Selat Hormuz menjadikannya jalur strategis bagi ekspor energi UEA ke pasar global, terutama ketika jalur pelayaran di selat tersebut terganggu.
Pelabuhan ini juga menjadi titik akhir jaringan pipa yang menghubungkan fasilitas ekspor dengan ladang minyak utama di Abu Dhabi.
Hingga saat ini, kantor media pemerintah Fujairah belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait insiden tersebut. Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) yang memiliki fasilitas pemuatan minyak di pelabuhan tersebut juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Penghentian aktivitas pelabuhan untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir menyoroti meningkatnya risiko terhadap pasokan minyak regional akibat konflik yang sedang berlangsung. Ketegangan tersebut juga mendorong harga minyak mentah berjangka menembus level US$100 per barel.
International Energy Agency (IEA) yang berbasis di Paris sebelumnya memperingatkan bahwa eskalasi konflik telah memicu gangguan aliran minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lembaga tersebut juga menekankan pentingnya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas pasokan energi global.[*]
*kbc/nh/bloomberg/marineinsight