InfoMigas.id-Tangerang | Pemerintah kembali memperkuat upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) untuk delapan Wilayah Kerja (WK) eksplorasi hasil lelang tahap II dan III tahun 2025.
Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan pada pembukaan The 50th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (20/5). Kontrak ditandatangani oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Delapan wilayah kerja yang resmi dikontrakkan meliputi WK Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena. Seluruh wilayah kerja tersebut merupakan blok eksplorasi dengan masa kontrak selama 30 tahun.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengatakan penandatanganan delapan kontrak migas tersebut akan memberikan tambahan investasi yang signifikan bagi sektor hulu migas nasional.
Menurut Laode, total komitmen pasti dari delapan wilayah kerja tersebut mencapai US$57,95 juta, sementara bonus tanda tangan yang akan menjadi penerimaan negara mencapai US$3,15 juta.
WK Bintuni menjadi wilayah kerja dengan nilai komitmen investasi terbesar, yakni mencapai US$16,55 juta. Blok tersebut dikelola oleh konsorsium BP Bintuni Limited, CNOOC Bintuni Limited, MI Bintuni B.V., dan LJ Bintuni Ltd. dengan komitmen pelaksanaan studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi serta pemrosesan seismik 2D sepanjang 500 kilometer, serta pengeboran satu sumur eksplorasi.
Sementara itu, WK Karunia yang dikelola PT Sele Energi memiliki komitmen investasi sebesar US$9,9 juta, termasuk studi G&G, studi geologi dan geofisika regional (GGRP), survei seismik 3D seluas 25 kilometer persegi, serta pengeboran dua sumur eksplorasi.
Di wilayah Aceh, WK Southwest Andaman yang dimenangkan Mubadala Energy (Southwest Andaman) RSC Ltd. membawa komitmen investasi sebesar US$8,2 juta. Program kerja awal mencakup studi G&G dan akuisisi serta pemrosesan data seismik 3D seluas 500 kilometer persegi.
Adapun WK Gagah yang dikelola PT Proteknik Gagah Energi memiliki komitmen investasi sebesar US$4,25 juta. Sementara WK Drawa mencatat investasi US$6,45 juta, WK Jalu US$6,6 juta, WK Barong US$2,5 juta, dan WK Nawasena US$3,5 juta.
Pemerintah berharap para kontraktor dapat menjalankan program eksplorasi sesuai komitmen yang telah disepakati guna meningkatkan penemuan cadangan baru migas nasional.
Laode menyampaikan pemerintah mengharapkan para KKKS menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memenuhi komitmen eksplorasi sehingga mampu berperan aktif dalam meningkatkan cadangan, mempertahankan produksi minyak dan gas bumi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional pada masa mendatang.
Menurutnya, eksplorasi dan eksploitasi migas masih menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan energi Indonesia mengingat konsumsi energi nasional saat ini masih didominasi oleh minyak dan gas bumi.
Karena itu, pemerintah terus mendorong kegiatan eksplorasi di berbagai cekungan potensial guna menemukan sumber daya baru yang dapat dikembangkan menjadi produksi migas di masa depan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menarik investasi baru sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.[*]
*esdm