InfoMigas.id-Banda Aceh | Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan kontraktor pelaksana resmi memulai Proyek Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) Pengembangan Gas Blok A Fase II melalui pelaksanaan Kick Off Meeting (KOM).
Proyek tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional di sektor hulu migas yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gas bumi sekaligus menjaga keberlanjutan operasi di Wilayah Kerja (WK) Blok A, Aceh Timur.
Kepala Divisi Perawatan Fasilitas dan Pengendalian Proyek BPMA, Helmi, mengatakan ruang lingkup pekerjaan proyek meliputi pembangunan jaringan pipa produksi berupa flowline dan trunkline yang menghubungkan sumur-sumur produksi dengan Central Processing Plant (CPP) beserta seluruh fasilitas pendukungnya.
“Ruang lingkup pekerjaan proyek ini meliputi pemasangan flowline dan trunkline dari sumur menuju Central Processing Plant (CPP) beserta seluruh fasilitas pendukungnya. Adapun pelaksanaan pekerjaan konstruksi mencakup aspek keselamatan (safety), sipil, mekanikal, perpipaan (piping), elektrikal, dan instrumentasi yang akan dikerjakan oleh kontraktor ETI-Encona,” ujar Helmi dalam keterangan resmi, Rabu, 10/6/2026.
Menurutnya, proyek EPCIC Pengembangan Gas Blok A Fase II memiliki peran penting dalam memperkuat infrastruktur produksi gas yang andal guna mendukung target peningkatan produksi migas nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek harus mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE), kualitas pekerjaan, pengendalian jadwal, serta penerapan tata kelola proyek yang baik atau good project governance.
“Pelaksanaan proyek harus mengutamakan aspek HSSE, kualitas pekerjaan, pengendalian jadwal, serta tata kelola proyek yang baik agar dapat diselesaikan secara aman, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu,” katanya.
BPMA juga mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga koordinasi dan komunikasi yang efektif selama pelaksanaan proyek. Sinergi antara regulator, operator, dan kontraktor dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran pekerjaan dan percepatan pencapaian target produksi migas nasional.
Dengan dimulainya proyek EPCIC Pengembangan Gas Blok A Fase II, pengembangan fasilitas produksi gas di wilayah tersebut diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.
Sebagai salah satu wilayah penghasil gas utama di Aceh, Blok A memiliki peran strategis dalam mendukung pasokan energi domestik. Pembangunan infrastruktur produksi baru melalui proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi gas sekaligus menjaga keberlanjutan operasi lapangan dalam jangka panjang.[*]