InfoMigas.id | Sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar, Al Rekayyat, dilaporkan terkena serangan proyektil di dekat pantai Oman saat keluar dari Selat Hormuz, Selasa dini hari waktu setempat. Serangan yang diduga berasal dari drone atau rudal itu memicu kebakaran di atas kapal dan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran energi global.
Konsultan keamanan maritim EOS Risk Group mengonfirmasi insiden tersebut terjadi sekitar 15 kilometer di timur Limah, Oman. Hingga kini, QatarEnergy dan Nakilat belum memberikan pernyataan resmi.
Merilis bloomberg, Selasa, (7/7/2026), insiden itu langsung memengaruhi pasar energi. Harga gas di Eropa naik hingga 4,5 persen pada awal perdagangan Asia, sementara harga minyak mentah Brent turut menguat. Kapal LNG Al Areesh yang sebelumnya berlayar dari Qatar menuju Pakistan juga dilaporkan berbalik arah setelah serangan terjadi.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dan LNG dunia. Serangan terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global di tengah masih berlangsungnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.[*]