InfoMigas.id-Aceh Utara | Perusahaan operator ladang gas Arun, Aceh Utara, hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi pada pada Cluster IV pada awal Juni 2026 lalu.
Act Relations Manager PT Pema Global Energi (PGE) Willya Retnosari mengakatakan pihaknya belum mengatahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. ” Hasil penyelidikan belum selesai, sehingga belum ada kesimpulan penyebabnya apa,” kata Willya kepada Infomigas, Sabtu, 13 Juni 2026.
Willya tidak menyebutkan kapan perkiraaan penyedilikan tersebut akan selesai, namun ia berjanji akan mengumumkan kepada public.”Akan kami followup kembali kepada tim Investigasi, kika sudah segera kami informasikan”, janji Willya.
Sebelumnya, Operator Wilayah Kerja (WK) B, yaitu PGE mengatakan kebakaran terjadi pada unit produksi cluster IV yang beralamat di di kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Disebutkan, api muncul secara mendadak dari ruang mesin kompresor. “Dengan sigap operator kompresor melakukan emergency shutdown dan menutup valve isolasi” kata Willya.
Lalu personel Emergency Response Team (ERT) PGE melakukan pemadaman dan api berhasil dipadamkan kurang dari lima menit setelah kejadian. Investigasi internal masih berlangsung guna mengetahui sumber munculnya api dan mengevaluasi kondisi peralatan yang terdampak”, ujar Willya, kamis (4/6/2026).
Sumber anomim yang namanya tidak mau ditulis karena ‘kenal baik dan sering berkomuniasi’ mengatakan, kebakaran tersebut sempat merembes pada bagian kondesat. Sumber ini bilang, ledakan terjadi “dikarenakan renggangnya tutup mesin dan rig tutup pembuang uap panas”. Menurutnya, tenaga Health, Safety, and Environment (HSE) lalai dalam melakukan pengawasan sehingga menyebabkan terjadinya insiden.
Cluster IV merupakan salah fasilitas lapangan migas strategis di Aceh Utara yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penopang produksi gas di wilayah tersebut. Setelah pengalihan pengelolaan dari ExxonMobil, fasilitas ini kini dioperasikan oleh PGE di bawah pengawasan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).[*]