InfoMigas.id-Aceh Utara | Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melakukan monitoring ke Wilayah Kerja (WK) ‘B untuk memastikan keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi (migas) sekaligus mengawal pelaksanaan program strategis dalam Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun & SLS.
Kunjungan kerja ini dipimpin Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra bersama Deputi Perencanaan Muhammad Makmun dan Pengendali Program dan Anggaran Pondra Pradypta. Rombongan BPMA didampingi jajaran manajemen PT Pema Global Energi (PGE), di antaranya General Manager Andika Mahardika, Subsurface Manager Wiendra Faridsyah, Field Manager Ruzi Abdul Muis, HSE Manager Irwanda Jalil, serta Manager Facility and Engineering.
Monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai implementasi Production Sharing Contract (PSC) dan perkembangan pelaksanaan OPL Arun & SLS. Program ini diharapkan mampu mengurangi pemberosan biaya operasi, meningkatkan penjualan gas dari Wilayah Kerja B, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, BPMA mengevaluasi kesesuaian antara rencana pengembangan yang telah disetujui dengan realisasi di lapangan. Penilaian mencakup aspek subsurface, fasilitas permukaan (surface facilities), jadwal proyek, proyeksi produksi, aspek komersial, hingga keekonomian proyek secara menyeluruh, .
Fokus monitoring juga diarahkan pada tiga proyek strategis yang menjadi bagian utama OPL Arun & SLS, yakni pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF).
Berdasarkan hasil pemantauan, BPMA menilai perkembangan ketiga proyek tersebut menunjukkan progres yang positif. Di sisi lain, BPMA bersama Pema Global Energi terus melakukan pembahasan intensif guna merumuskan berbagai program yang dapat meningkatkan produksi migas di masa mendatang, kata wakil ketua BPMA melalui keterangan tertulis, Senin, 29/6/2026.
Selain mencatat kemajuan pelaksanaan proyek, BPMA juga mengevaluasi jadwal penyelesaian pekerjaan. Ketiga proyek strategis tersebut ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada 2027 sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi negara, pemerintah daerah, maupun kontraktor.
Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan seluruh program strategis dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, serta penerapan tata kelola yang baik.
BPMA juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pelaksanaan proyek. Kolaborasi yang erat antara operator, BPMA, dan para pihak terkait dinilai menjadi kunci agar seluruh program strategis dapat berjalan sesuai target.
Melalui pelaksanaan Optimasi Pengembangan Lapangan Arun & SLS, BPMA berharap peningkatan produksi dan lifting migas, perbaikan keekonomian proyek, serta kenaikan penerimaan negara dapat tercapai secara berkelanjutan. Program tersebut juga diharapkan mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.[*]