InfoMigas.id |Pemerintah Malaysia kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk periode pekan terakhir Juni 2026. Penurunan ini membuat harga bensin RON 95 di negeri jiran menjadi lebih murah dibandingkan sejumlah produk BBM nonsubsidi di Indonesia.
Berdasarkan pengumuman terbaru Kementerian Keuangan Malaysia, harga bensin RON 95 non-subsidi turun sebesar 25 sen menjadi 3,47 ringgit per liter untuk periode 25 Juni hingga 30 Juni 2026.
Mengacu pada kurs sekitar Rp4.357 per ringgit, harga tersebut setara Rp15.121 per liter. Angka ini masih berada di bawah harga Pertamax (RON 92) di Indonesia yang saat ini dipasarkan sebesar Rp16.250 per liter.
Selain RON 95, harga bensin RON 97 juga mengalami penurunan sebesar 25 sen per liter. Saat ini, RON 97 dijual dengan harga 4,10 ringgit per liter atau setara Rp17.866 per liter.
Malaysia menerapkan mekanisme penyesuaian harga BBM secara mingguan. Harga yang diumumkan setiap Kamis berlaku hingga Rabu pada pekan berikutnya. Penetapan terbaru ini menjadi penyesuaian harga BBM mingguan ke-27 sepanjang tahun 2026.
Penurunan harga tersebut terjadi di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta perubahan permintaan energi global.
Meski demikian, harga BBM di Malaysia dan Indonesia tidak dapat dibandingkan secara langsung karena kedua negara memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda. Selain dipengaruhi harga minyak dunia, harga BBM juga dipengaruhi kebijakan fiskal, perpajakan, biaya distribusi, kurs mata uang, serta skema subsidi yang diterapkan masing-masing pemerintah.
Sebagai informasi, Malaysia selama ini dikenal memiliki harga BBM yang relatif kompetitif dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah setempat secara rutin melakukan penyesuaian harga berdasarkan perkembangan pasar energi internasional.
Sementara itu, di Indonesia, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax ditetapkan oleh badan usaha dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi dan operasional.[*]
*kbc/mn