InfoMigas.id – Jakarta | PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan kapal tanker Gamsunoro berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah sempat tertahan selama beberapa bulan akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keberhasilan pelayaran tersebut merupakan hasil koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, Iran.
“Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat,” Vega dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Kata Vega, kapal tanker Gamsunoro berhasil melewati titik kritis Selat Hormuz pada Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB. Tanker ini sudah tertahan sejak awal Maret 2026.
“Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” katanya.
Berdasarkan data operasional perusahaan, Gamsunoro mulai berlayar dari Teluk Arab pada pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal melaju dengan kecepatan rata-rata 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi jalur strategis tersebut dan mencapai area yang dinilai aman.
Selama proses pelayaran, kapal dipantau secara penuh selama 24 jam. Awak kapal terus berkoordinasi dengan tim darat yang bersiaga di crisis center PIS guna memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai standar.
Berdasarkan catatan PIS, Gamsunoro mengangkut kargo milik pelanggan pihak ketiga (third party), sementara Pertamina Pride menjalankan misi strategis untuk menjamin pasokan minyak mentah bagi kebutuhan dalam negeri.
Sementara itu, Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah mengumumkan bahwa kapal-kapal dagang kini dapat melintasi Selat Hormuz melalui jalur pelayaran yang dikoordinasikan oleh Iran, Oman, dan Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari operasi besar evakuasi kapal-kapal yang sempat terjebak akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk.
IMO menyebut telah memperoleh jaminan keselamatan yang diperlukan untuk membantu lebih dari 11.000 pelaut yang terdampak situasi konflik di Timur Tengah. Operasi tersebut melibatkan koordinasi antara Iran, Oman, negara-negara pesisir Teluk, Amerika Serikat, serta pelaku industri maritim internasional.
Meski demikian, proses normalisasi lalu lintas pelayaran diperkirakan berlangsung secara bertahap. IMO masih mengimbau kapal-kapal yang berada di kawasan tersebut untuk menunggu instruksi resmi sebelum bergerak menuju jalur pelayaran yang telah ditentukan.
Tanker Pertamina Pride
Di sisi lain, PIS saat ini tengah mempersiapkan keberangkatan kapal tanker Pertamina Pride yang masih berada di kawasan Teluk Persia. Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut mengangkut minyak mentah ringan (light crude oil) yang diperuntukkan bagi kebutuhan kilang dan konsumsi energi nasional.
“Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro. Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega mengutip Bloombergtechnoz.[*]
*kbc/bt/nh