InfoMigas.id – Pontianak |Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) tengah mendalami dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang menyeret nama PT Putera Petro Borneo. Terini, penyidik sudah memeriksa lima orang saksi guna mengungkap dugaan penyelewengan distribusi BBM yang sempat viral di media social tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, mengatakan penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melalui Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter). Katanya, penyidik telah melengkapi administrasi penyelidikan. Serangkaian langkah di lapangan juga telah dilakukan.
Bambang menjelaskan, lima saksi yang telah dimintai keterangan masing-masing berinisial EP, HP, SFA, RP, dan STS. Namun, kepolisian belum mengungkap peran maupun keterkaitan masing-masing saksi dalam perkara tersebut.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan sebuah mobil tangki Pertamina diduga memindahkan muatan BBM ke mobil tangki industri di sebuah lokasi di Kalimantan Barat. Dugaan praktik yang dikenal dengan istilah “kencing BBM” tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu penyelidikan aparat penegak hukum.
Dalam proses penyelidikan, penyidik tidak hanya menelusuri dugaan pelanggaran yang terjadi di lapangan, tetapi juga mendalami kemungkinan keterlibatan berbagai pihak dalam rantai distribusi BBM tersebut. Polisi turut menelusuri peran perusahaan yang disebut dalam kasus ini serta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang diduga terkait dengan distribusi BBM tersebut.
Untuk mengungkap dugaan penyimpangan secara menyeluruh, penyidik telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan, termasuk pendalaman modus operandi, pemeriksaan dokumen operasional, klarifikasi tambahan terhadap perusahaan dan SPBU terkait, serta koordinasi dengan Pertamina dan para ahli, kutip detik.com.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan distribusi BBM bersubsidi yang berlaku. Polda Kalbar menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan BBM subsidi yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut distribusi BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor-sektor yang berhak menerima. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan tersebut.[*]
*kbc/dt/mn